JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siap melaksanakan Ujian Nasional 2016, yang akan mulai berlangsung 4 April 2016. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyampaikan yang penting dibicarakan tentang Ujian Nasional (UN) kali ini adalah soal kejujuran, bukan lagi soal kelulusan.

Menteri Anies mengatakan faktor yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Meskipun prestasi penting, kejujuran merupakan nilai yang utama. Menteri Anies menambahkan, ujian tak boleh menghalalkan segala cara.

Menurut Anies Baswedan, yang menarik dari UN 2016 ini adalah sekolah-sekolah yang melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016 ini meningkat 900%.  Menteri Anies menerrangkan pada tahun lalu 500 sekolah,  tahun ini 4.400 sekolah melaksanakan UNBK.

“Dari data Indeks Integritas UN tahun lalu, sekolah yang melaksanakan UNBK, tingkat kecurangan nol, atau indeks integritas UN-nya 100%,” ujar Mendikbud dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Provinsi dengan tingkat partisipasi terbesar UNBK adalah Yogyakarta. Sementara Provinsi Papua dan provinsi baru Kalimantan Utara (Kaltara) juga masuk dalam daerah yang dengan tingkat partisipasi UNBK tinggi: Papua 10% dan Kaltara 20%. Bahkan di Surabaya, pada UN 2016 seluruh sekolah melaksanakan UNBK.

Secara nasional siswa yang mengikuti UNBK juga mengalami peningkatan drastis. Sebanyak 170.000 siswa tahun lalu, 2016 ini menjadi 921.000 siswa. Rinciannya sekitar 156.171 siswa SMP dan MTs, serta sekitar 267.230 siswa SMA dan MA di seluruh Indonesia, sedangkan untuk SMK sekitar 498,177 siswa. UNBK tahun 2016 ini untuk setiap jenjang sekolah kurang lebih 1010 SMP dan MTs, 1297 SMA dan MA, serta 2103 SMK di seluruh Indonesia. (asr)

Share

Video Popular