JAKARTA – Siswa SMA/MA/SMK yang mengikuti ujian nasional tahun ini berjumlah 3.302.673 siswa pada hari ini, Senin (4/4/2016). Ujian Nasional dilaksanakan pada 4-6 April 2016 dan dilanjutkan untuk ujian susulan pada 11-13 April 2016.

Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Nizam kepada media pada tahun ini UN disertai dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pada tahun tercatat, sebanyak 4.402 sekolah atau sekitar 927.000 siswa sebelumnya hanya 594 sekolah.

Menurut Nizam, Kemdikbud terus mendorong UN dilaksanakan dalam sistem UNBK di seluruh Tanah Air, karena UNBK dinilai mampu menekan bentuk kecurangan. Apalagi bentuk soal UNBK tak sama dengan siswa lainnya karena bersifat acak.

Kemdikbud juga mengklaim UNBK bermanfaat yakni minimnya kemungkinan soal yang terlambat datang, tertukar dan ketidakjelasan hasil cetak soal, proses pengumpulan dan penilaian jauh lebih mudah, hasil ujian nasional dapat diumumkan jauh lebih cepat serta UNBK mendorong terwujudnya efektifitas, efisiensi dan transparansi penyelenggaraan UN.

Catatan Kemdikbud, UNBK pada tahun ini meningkat sekitar 800 persen, sedangkan Kota Surabaya di Jawa Timur menjadi kota yang seluruh sekolahnya menyelenggarakan UN Berbasis Komputer. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meninjau pelaksanaan UNBK di Kota Surabaya pada hari pertama.

Mendikbud dan rombongan meninjau di SMA Hang Tuah 1 Surabaya pada Senin subuh, (4/4/2016). Hadir juga pada peninjauan tersebut Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan jajaran pejabat pemerintah Jawa Timur.

UNBK menggunakan sistem semi-online, yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Kemendikbud melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya perguruan tinggi seperti ITS, UI, UGM, ITB serta BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk teknologi dan pengamanannya. (asr)

Share

Video Popular