Oleh: Dr. Frank Tian

Sebelum 2016, pada 1999 masyarakat berbagai tempat di dunia merayakan lolos dari ambang horror. Kemudian, manusia juga merayakan kiamat yang diramalkan akan terjadi pada 2012. Tapi memasuki tahun 2016, apa yang telah terjadi di dunia?

Jika kita menenangkan diri sejenak dan mengamati dengan seksama, tak sulit mendapati bahwa dunia ini sedang menuju ke subversif secara menyeluruh, manusia sedang menghadapi perubahan besar yang bersifat subversif!

Baik dari segi ekonomi politik internasional, perbandingan kekuatan militer, peralihan moralitas manusia di dunia, maupun bencana alam dan lingkungan yang memburuk, dunia ini tengah mengalami berbagai kekacauan sebelum terjadinya perubahan itu. Kondisi politik dan ekonomi yang aneh di Tiongkok, serta berbagai fenomena tak lazim pada pilpres Amerika Serikat, adalah awal dari perubahan besar tersebut. Setiap hal di dunia ini terus menerus menguji setiap orang, diantara pilihan benar-salah, dihadapkan pada kepentingan, bagaimana manusia bertindak, bagaimana melindungi ketenangan di dalam hati. Perubahan alam dan pergeseran manusia memanggil manusia untuk segera menentukan pilihan yang bijak.

Tahun ini “The Economist Intelligence Unit” Inggris untuk pertama kalinya membuat penaksiran risiko terhadap dunia atas capres AS yang bakal terpilih nanti. Menurut informasi, jika capres Partai Republik Donald Trump terpilih, risikonya adalah level 12! Setara dengan level terjadinya serangan teroris berskala besar yang akan memicu tidak stabilnya ekonomi dunia. Karena begitu Trump menang, mungkin akan mengakibatkan kegagalan kesepakatan Trans Pacific Partnership (TPP) yang ditandatangani oleh AS dengan negara Asia Pasifik lainnya pada Februari lalu. Trump menentang perdagangan bebas, terutama akan menjauh dari Meksiko dan RRT, yang mungkin akan meningkat menjadi perang dagang.

Jika manusia menghadapi perubahan besar yang bersifat subversif, RRT dan Taiwan juga Hongkong jelas tidak akan luput darinya, apalagi, sangat memungkinkan bahwa pusat dari perubahan besar ini adalah RRT. Dalam sepuluh besar risiko versi The Economist Intelligence Unit, risiko yang tertinggi seluruh dunia adalah ekonomi RRT yang akan mendarat keras (20 poin).

Diantaranya termasuk pemekaran militer RRT yang memicu konflik di wilayah Laut Tiongkok Selatan, agresi Rusia terhadap Ukraina dan Suriah yang menyulut Perang Dingin babak baru, fluktuasi nilai tukar mata uang di pasar berkembang yang memicu krisis hutang, Uni Eropa mulai tercerai berai akibat tekanan dari dalam maupun luar negeri, mundurnya Yunani dari Uni Eropa mengakibatkan perpecahan di Zona Euro, dan rontoknya investasi minyak bumi yang berdampak pada pasar komoditas berjangka. Komentar di surat kabar “New Zurich” Swiss juga mengatakan, ekonomi dunia telah membunyikan tanda bahaya akibat pilpres AS.

Pilpres Taiwan telah berakhir, pemerintahan baru belum menduduki jabatan, namun adu kekuatan diplomatik di kedua daratan telah dimulai. Masyarakat kembali dikejutkan dengan pergantian partai politik di Taiwan, yang mengherankan adalah dalam beberapa tahun ini, perubahan hati manusia ternyata begitu drastis, perubahan besar yang subversif telah terjadi di tengah masyarakat. Baik dari dalam maupun luar negeri menyoroti Taiwan, jika dibandingkan sebelumnya, tahun ini jauh lebih dramatis, tak hanya disoroti seluruh dunia, perubahan besar pada iklim politik ini juga ada kaitannya dengan RRT. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

*Dr. Frank Tian, Xie dari Business University of South Carolina Aiken

 

Share

Video Popular