Oleh: Su Fei

Pika (Pica) merupakan sebuah penyakit kejiwaan yang menunjuk pada keinginan kuat utk memakan benda-benda yang bukan merupakan makanan. Mereka yang didiagnosa menderita penyakit ini memiliki dorongan besar, untuk memakan benda-benda yang bukan makanan, seperti lumpur, kertas, lem dan tanah. Meskipun dikatakan berkaitan dengan defisiensi mineral, para ahli kesehatan belum berhasil menemukan sebab juga obat untuk penyakit aneh ini.

Berikut mari kita simak bersama beberapa gejala pika.

Bocah yang suka makan cabai ini namanya Yang Ming, bocah malang ini menderita bisu dan tuli sejak lahir. Menderita retardasi mental atau keterbelakangan mental, orang tuanya bercerai sejak Yang Ming berusia satu tahun, dan tumbuh besar di bawah perawatan kakek dan neneknya.

Semasa kanak-kanak, sang kakek selalu menaruh sedikit garam dan cabai di dalam mangkuk nasinya untuk meransang nafsu makannya. Lama kelamaan, kebutuhannya terhadap cabai semakin besar. Setengah hektar tanaman cabai di lahannya itu ternyata masih juga tidak cukup untuk dimakan Yang Ming seorang.

Sementara itu, seorang pria bernama Wang Xianjun kecanduan makan kaca, ada yang bilang ia hanya ingin memamerkannya pada orang-orang. Ketika seseorang tidak mendapatkan jawaban atas sesuatu yang unik, maka ia akan menduga sesuai dengan pandangannya sendiri.

Suatu ketika, Wang Xian-jun tiba-tiba ingin makan kaca, dan ia pun benar-benar memakannya, tapi ia tidak merasakan kelainan atau merasa tidak nyaman dengan tenggorokan atau perutnya, justru ia merasa nikmat sekali dengan kaca yang dimakannya,

“Saya tidak pernah merasakan makanan yang begitu lezat seperti ini,” katanya.

Sejak itu, ia pun kecanduan akan kaca, dan ikut pertunjukan akrobat di sebuah group sirkus. Singkat cerita, setelah group sirkusnya gulung tikar, kecanduannya makan kaca itu juga tidak lantas berhenti.

Orang-orang yang mengetahui keanehannya itu mengatakan, kalau itu adalah suatu penyakit, dan menyuruhnya periksa ke dokter. Namun, dokter juga tak berdaya, belakangan hasil diagnosis seorang psikiater terhadapnya terbilang unik. Psikiater itu mengatakan bahwa wang Xianjun yang selalu menyendiri semasa anak-kanak itu kurang percaya diri, karena itu, demi memenuhi kesombongan agar disanjung, dan bisa terus merasakan sensasi di bawah  perhatian orang banyak di atas panggung, Wang Xian jun baru makan kaca untuk menarik perhatian.

Banyak orang yang ingin merasakan sensasi disanjung massa seperti di atas panggung, tapi mengapa hanya Wang Xian jun yang kecanduan makan kaca, dan sedikit pun tidak melukai perut/ lambung, usus atau tenggorokannya? Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Menurut pengakuan Dong Xi an, ia suka makan kacang. Suatu hari, tiba-tiba ia merasa ingin sekali makan kaca, tapi ia merasa keinginan ini sangat mengerikan, terlebih lagi takut kaca bisa melukai tenggorokan dan organ dalamnya. Namun, ia tidak bisa menahan keinginannya untuk makan kaca. Lalu ia mencoba makan sedikit, hmmm… kriuk-kriuk rasanya seperti makan kerupuk. Lama kelamaan kaca yang dimakannya itu terasa enak bahkan lebih nikmat rasanya daripada kacang yang sehari-hari dinikmatinya, dan tidak merasakan adanya kelainan atau merasa tidak nyaman dengan bagian tubuhnya. Sehingga Dong Xi an pun menikmatinya dengan tenang, belakangan benda-benda keras seperti batu, keramik pun menjadi makanan kegemarannya.

“Dong Xi an adalah anak yatim, penyakit pica yang dideritanya itu erat kaitannya dengan masa kanak-kanaknya yang kesepian dan kurang mendapatkan perhatian maupun kasih sayang,” kata dokter setempat menerangkan.

Tidak sedikit anak-anak yatim di Tiongkok, tapi mengapa mereka tidak menjadikan kaca, keramik atau batu bata itu sebagai makanan layaknya kacang hanya karena kesepian atau kurang mendapatkan perhatian maupun kasih sayang sebagaimana penjelasan di atas? Lagi pula mengapa Dong Xi an sehat-sehat saja dan tidak sakit usai menikmati (makan) kaca? Tidak ada yang mencoba untuk menelaah dan mengkaji pola makannya yang ganjil itu.

Zhang Guilian, seorang perempuan desa di Fuxin, provinsi Lioaning, Tiongkok, sudah lebih dari dua dekade makan batu bata, dan ia sangat menikmatinya, tetapi harus batu bata yang ada di rumahnya. Selain pola makannya yang aneh, tidak ada perbedaan apapun dengan orang-orang normal pada umumnya, ia menikah dan mempunyai anak, dan tidak menderita penyakit apa pun karena mungkin dari ketidakhigienisan batu yang biasa dimakannya itu.

Keterangan gambar (ki-ka): Zhang Guilian, wanita asal Fuxin, provinsi Liaoning, Tiongkok, selama lebih dari dua dekade makan batu, tapi anehnya, ia baik-baik saja, tidak sakit! Sementara itu, Ping Guangwu, penduduk desa Xia nan, mendadak terkenal dengan pola makannya yang aneh terhadap daun pohon cemara sebagai makanannya sehari-hari. Sedangkan Cheng Shumei, seorang wanita desa di kota Daqing, Tiongkok, menjadikan bensin sebagai minuman ringan favoritnya. (Internet)
Keterangan gambar (ki-ka): Zhang Guilian, wanita asal Fuxin, provinsi Liaoning, Tiongkok, selama lebih dari dua dekade makan batu, tapi anehnya, ia baik-baik saja, tidak sakit! Sementara itu, Ping Guangwu, penduduk desa Xia nan, mendadak terkenal dengan pola makannya yang aneh terhadap daun pohon cemara sebagai makanannya sehari-hari. Sedangkan Cheng Shumei, seorang wanita desa di kota Daqing, Tiongkok, menjadikan bensin sebagai minuman ringan favoritnya. (Internet)

Lebih anehnya lagi, dokter yang memeriksanya juga dibuat bingung karena tidak menemukan sebabnya, juga tidak tahu apa yang kurang dari tubuhnya. Zhang Guilin tidak kekurangan gizi, mungkin ada kelainan pada sistem sarafnya, yang memicunya tertarik dengan makanan yang tidak seharusnya dimakan.

Satu hal aneh lagi di kota Daqing, Heilongjiang, Tiongkok, dimana ada seorang wanita desa bernama Cheng Shumei, yang memiliki kebiasaan mencium/ membaui gas beraroma tajam, sehingga belakangan membuat Cheng Shumei menjadikan bensin dan solar sebagai minuman ringan, dan kecanduan.

Bagi orang lain, itu adalah tindakan bunuh diri, sebaliknya bagi Cheng Shumei, itu adalah minuman yang nikmat, dan tidak berdampak apapun pada kesehatannya, benar-benar aneh dan membingungkan.

Keterangan gambar (ki-ka): Wang Yong (nama samaran), seorang bocah 5 tahun yang gemar melahap lumpur kering di tembok tua rumahnya. Sedangkan “Wu Bao-bao” hanya suka makan tanah, nafsu makannya semakin besar seiring meningkatnya usia. (internet)
Keterangan gambar (ki-ka): Wang Yong (nama samaran), seorang bocah 5 tahun yang gemar melahap lumpur kering di tembok tua rumahnya. Sedangkan “Wu Bao-bao” hanya suka makan tanah, nafsu makannya semakin besar seiring meningkatnya usia. (internet)

Wang Yong (nama samaran), seorang bocah 5 tahun setiap hari perlu menghabiskan lebih dari 100 gram lumpur kering, dan hanya mau makan lumpur kering di tembok tua rumahnya. Salah satu sisi tembok tua di rumahnya itu telah jebol alias berlubang karena selalu digerogotinya. Sebenarnya apa yang membuatnya tertarik melahap lumpur kering itu?

Hasil diagnosis awal dari ahli di rumah sakit setempat mengatakan sang bocah menderita penyakit pica atau semacamnya. Selebihnya dokter mengatakan sebaiknya antisipasi dan cegah keinginan pola makan anak-anak yang tidak lazim, dan beri asupan makanan dengan gizi seimbang.

Menurut Su Fei, si penulis, penjelasan tersebut terlalu dibuat-buat atau dipaksakan. Kelainan pola makan anak-anak di Tiongkok itu tidak sedikit. Belum pernah dengar anak-anak sampai makan lumpur kering segala hanya karena si anak punya kelainan pola makan, lagi pula harus lumpur kering di tembok rumahnya sendiri. Oleh karena itu, hanya buang-buang uang saja diperiksa oleh ahli, selama anak itu baik-baik saja dan sehat, jadi biarkan saja. Karena juga tidak tahu apa titisan dari anak itu. Siapa tahu pada kehidupan sebelumnya, anak itu punya hubungan atau pertalian dengan tembok tua di rumahnya. Terlalu banyak hal yang tidak diketahui manusia, apalagi sesuatu yang muskil yang sulit dicerna dengan akal sehat. Renungkan kembali, begitu banyaknya fenomena nyata dan membingungkan yang terjadi di sisi kita tapi tidak ditemukan jawabannya. Mengapa mereka semua tiba-tiba saja suatu ketika ingin makan sesuatu yang tidak lazim dimakan manusia, tapi mereka baik-baik saja, sementara orang lain langsung sakit dan merasa tidak nyaman secara fisik? (Secretchina/joni/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular