Oleh Chen Juncun

Dengan munculnya berbagai kesulitan akibat salah urus, sumber daya keuangan yang ketat,  mengecilnya daerah kekuasaan dan larinya sebagian anggota, membuat sebagian besar militan Islamic State/ IS mengalami penurunan moral juang. Ada yang malahan ikut lari meninggalkan organisasi teroris itu. Ada juga dari anggota militan itu yang meminta dokter untuk memberikan surat keterangan sakit palsu agar bisa terhindar dari penugasan ke medan tempur.

Anggota IS berpura-pura sakit untuk menghindari penugasan di garis depan

‘Daily Mirror’ mengutip  sebuah laporan dari Akademi Militer Ilmu Memerangi Terorisme Amerika Serikat (Combating Terrorism Center. CTC) memberitakan bahwa sebagian dari anggota IS sekarang sedang dalam kondisi dikecewakan. Oleh karena itu, mereka mencari akal agar bisa terhindar dari penugasan ke medan pertempuran.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa IS sedang berada dalam situasi yang kurang menguntungkan itu sudah tercermin dari dikeluarkannya pengumuman pada Oktober tahun lalu tentang pemberian amnesti kepada anggotanya yang melarikan diri. Begitu pula masalah kekurangan SDM itu juga terungkap dalam sebuah dokumen mereka tahun lalu.

Dalam dokumen IS yang diterbitkan di bagian timur Suriah terungkap bahwa sejumlah anggota IS terus berulah dengan berpura-pura sakit lalu meminta surat keterangan medis agar terbebas dari penugasan ke garis depan.

Fenomena kurang menguntungkan itu akhirnya timbul karena IS sedang mengalami krisis keuangan sehingga sulit dalam pembayaran gaji anggotanya. Ditambah lagi dengan adanya serangan udara pasukan koalisi dan kebijakan perbatasan yang kian ketat. Demikian CTC dalam laporannya menegaskan.

Serangan udara pasukan koalisi AS difokuskan pada lokasi penyimpanan uang IS dan fasilitas perminyakan. Hal ini membuat IS mengalami kesulitan dana dan terpaksa melakukan pemotongan gaji anggotanya.

Kabarnya, gaji para anggota IS pada awal tahun ini dibayar hanya separo karena kondisi organisasi yang kurang menguntungkan. Menurut surat edaran yang disampaikan oleh ‘Departemen Keuangan’ IS bahwa karena ‘situasi khusus’ maka gaji per bulan anggota saat ini hanya dapat diberikan sejumlah GBP 100 (sekitar USD.144).

Analisa: Anggota IS berasal dari lebih 70 negara

Melalui analisi data yang bersumber dari dalam organisasi IS, CTC melaporkan bahwa anggota IS berasal dari lebih 70 negara. Mereka  terdiri dari pemuda sampai orang tua. Data tersebut diberikan oleh seorang pembelot kepada NBC News AS yang kemudian diteruskan kepada CTC. Data berisikan sekitar 11.000 file pribadi, tetapi sebagian besar merupakan catatan duplikasi.

CTC mengatakan bahwa setelah dilakukan pencocokan dengann data yang terhimpun di Kementerian Pertahanan AS, maka dapat dikatakan bahwa 98 % dari data itu adalah benar.

Sejak 2013 hingga 2014, diperkirakan ada 15.000 orang anggota baru IS masuk ke Suriah. Sekitar 30 % data mereka berada dalam dokumen yang dibawa pembelot yang disebutkan di atas.

CTC dalam laporannya menyebutkan bahwa usia anggota baru itu berkisar antara 12 tahun sampai hampir 70 tahun. Tetapi usia rata-ratanya adalah 26 – 27 tahun. Warga Arab Saudi ada 579 orang merupakan yang paling banyak. Kedua adalah warga Tunisia dengan 559 orang. Warga Maroko 240 orang. Warga Turki 212 orang. Warga Mesir 151 orang, warga Rusia 141 orang.

Sebagian kecil dari mereka itu merupakan warga Inggris, Prancis, Jerman dan negara Barat lainnya. Tetapi tidak ditemukan warga asal Amerika. Selain itu, 30 % dari mereka mengaku sudah menikah, 61 % mangaku masih single dan  8 % yang status perkawinannya tidak jelas. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular