Wapres AS Joe Biden tiba-tiba muncul di Irak pada Kamis (28/4/2016) untuk suatu kunjungan. Perjalanannya kali ini tidak diumumkan terlebih dahulu, sehingga banyak pihak yang tidak menyangka. Menurut laporan NBC bahwa Joe Biden datang ke Irak untuk mengatasi hambatan politik yang timbul di negara itu.

Biden berangkat dari Washington DC pada hari Rabu malam, namun demi keamanan, Gedung Putih tidak secara terbuka mengumumkan jadwal perjalanannya. Tetapi Biden akan bertemu dengan para pemimpin Irak. Duta Besar AS untuk Irak Stuart E. Jones dan Letjen Sean MacFarland datang untuk menjemput Joe Biden.

Selama berperang dengan IS, krisis politik terus terjadi di jajaran pemimpin Irak. Agence France-Presse memberitakan bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Biden, “Wapres AS mengunjungi Irak untuk menemui para pemimpin negara itu. Perjalanan kali ini terutama untuk mendorong persatuan nasional Irak dan menjaga momentum untuk melawan kekuatan Islamic State/ IS.”

NBC melaporkan, meskipun perjalanan Joe Biden ini sebenarnya sudah dijadwalkan sejak beberapa bulan lalu, tetapi kedatangannya yang tiba-tiba masih menyebabkan kejutan. Biasanya setiap 10 hari sekali Biden akan berbicara melalui sambungan telepon dengan para pemimpin Irak untuk menjaga hubungan yang baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Irak mengalami krisis dan banyak orang tidak puas dengan masalah korupsi yang serius, untuk itu mereka menuntut dilakukan reformasi politik. Perdana Menteri Irak Haider Jawad Kadhim Al-Abadi pernah mencoba untuk memadamkan kemarahan publik, tetapi justru dihalang-halangi oleh kelompok politik lokal. Masyarakat internasional mungkin menduga bahwa kedatangan Biden ke Irak adalah untuk meredakan pertikaian politik ini agar tidak menjadi hambatan dalam penumpasan IS.

Presiden Obama, di Jerman mengumumkan bahwa pemerintah AS berencana untuk mengirim 200 orang pasukan khusus sebagai tambahan dan helikopter tempur Apache ke Irak dalam rangka persiapan untuk merebut kembali kota Mosul yang terletak di bagian utara Irak. Saat ini, tentara AS di Irak berjumlah lebih dari 4.000 orang. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular