Oleh CNA Roma

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada 1 Mei 2016 memberitakan bahwa 15 orang imigran tidak diketahui keberadaannya setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Laut Tengah pada Jumat (29/4/2016).

Kejadian itu menambah jumlah korban hilang akibat tenggelamnya kapal yang terjadi pada hari yang sama juga di Laut tengah. Dari kedua kecelakaan laut tersebut sedikitnya 100 orang telah menjadi korban.

Juru bicara UNHCR, Carlotta Sami mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Libya dengan 120 orang penumpang yang kebanyakan adalah para pengungsi, hendak berlayar menuju talia. Tetapi setelah 4 jam kemudian, yakni pada 29 April dini hari, “Sekitar 15 orang penumpang belum berhasil ditemukan”.

Di antara mereka yang hilang itu termasuk 4 orang berasal dari Nigeria, 2 orang Pantai Gading, 3 orang Guinea, 2 orang Sudan dan 1 orang Mali.

Dijelaskan pula oleh Sami bahwa sejumlah korban yang berhasil diselamatkan sudah dikirim ke Pozzallo di Pulau Sisilia. 8 orang dari mereka karena masalah kesehatan serius langsung dilarikan ke rumah sakit, termasuk 2 jenasah korban.

Sami kemudian menambahkan bahwa dari 27 orang yang diselamatkan itu terdapat 4 orang wanita.

Selain itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan sebuah kapal lain yang mengangkut sekitar 110 orang pengungsi juga tenggelam pada 29 April 2016 di lepas pantai Libya dan hanya 26 orang yang berhasil diselamatkan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular