Sejak zaman dulu, umat manusia telah mengalami berbagai wabah penyakit, di antaranya ada yang sangat fatal, dan memberi dampak yang besar bagi generasi manusia. Virus, bakteri, memang tak kenal ampun.

Keganasan mereka tak mengenal batas negara dan benua. Dengan ukurannya yang mikroskopis, virus dan bakteri telah memberikan warna tersendiri pada sejarah kehidupan manusia. Warna hitam kelam yang dikenal sebagai pandemi atau wabah. Berikut kilas balik wabah penyakit  terburuk sepanjang sejarah. Berikut lanjutan dari artikel sebelumnya.

Wabah dahsyat Milan (1629-1631)

Pada 1629 -1631, serangkaian wabah pecah di Italia, yang dikenal sebagai wabah dahsyat Milan. Merenggut nyawa sekitar 280.000 rakyat Italia di Lombary dan Venesia. Epidemi ini dianggap sebagai wabah terakhir dari semua wabah sejak black death.

Wabah dahsyat Milan (1629-1631)
Wabah dahsyat Milan (1629-1631)

Black Death atau Kematian Hitam di Moskow (1971)

Tanda-tanda awal kemunculan wabah ini tercatat pada akhir 1770, hingga tahun 1771 musim semi kemudian seketika berubah menjadi wabah besar. Pemerintah kala itu kemudian mengambil langkah-langkah yang dipandang tidak pantas, seperti membangun kamp karantina secara paksa, menghancurkan barang-barang yang dianggap terkontaminasi tanpa ganti rugi, menutup pemandian umum dan sebagainya.

Hal ini kemudian menimbulkan kepanikan sekaligus amarah dari masyarakat. Ekonomi kota itu lumpuh karena banyaknya pabrik, pasar, toko dan gedung administrasi yang tutup. Diikuti dengan kurangnya bahan pangan, sehingga mengakibatkan taraf hidup sejumlah besar penduduk Moskow semakin merosot.

Black Death atau Kematian Hitam di Moskow (1971)
Black Death atau Kematian Hitam di Moskow (1971)

Wabah Athena Tahun 430 AD (Setelah Masehi) dan  427 BC (Sebelum Masehi)

Pada tahun 30 Setelah Masehi hingga 427 Sebelum Masehi, terjadi wabah dahsyat di Athena, hampir 1/2 dari penduduk kota tewas, seluruh Athena nyaris hancur. Beberapa ahli mengatakan itu adalah wabah penyakit pes dalam berbangai bentuk. Wabah Athena merupakan sebuah penyakit menular yang bersifat memusnahkan, menyerang segenap kota Roma Yunani kuno.

Wabah Athena Tahun 430 AD (Setelah Masehi) dan 427 BC (Sebelum Masehi)
Wabah Athena Tahun 430 AD (Setelah Masehi) dan 427 BC (Sebelum Masehi)

Wabah Antonine Kekaisaran Romawi (Tahun 164 -180 Masehi)

“Wabah Antonine” adalah sebuah pandemik kuno yang disebabkan infeksi. Menurut keterangan dari catatan sejarah, gejala penyakit menular ini meliputi  diare berat, muntah, sakit tenggorokan, borok bernanah, demam tinggi, ulkus dan gangrene pada tangan dan kaki, merasa haus yang tak tertahankan, kulit bernanah. Korban tewas total diperkirakan mencapai 5 juta jiwa.

Wabah Antonine Kekaisaran Romawi (Tahun 164 -180 Masehi)
Wabah Antonine Kekaisaran Romawi (Tahun 164 -180 Masehi)

Wabah Besar Marseille (1720–1722)

Pada 1720, Marseille diserang oleh wabah dahsyat, yang merupakan bencana terburuk sepanjang sejarah kota itu, sekaligus salah satu dari wabah terburuk di Eropa pada awal abad ke-18. Pada 1720, Marseille di Perancis tiba-tiba diserang oleh wabah, sehingga memberi dampak besar pada segenap kota dan sekitarnya, serangan wabah dahsyat itu menewaskan 100.000 korban jiwa.

Wabah Besar Marseille (1720--1722)
Wabah Besar Marseille (1720–1722)

Seperti kebanyakan wabah terkait di atas, pada saat penyakit itu pertama kali muncul, para penderitanya sudah divonis pasti meninggal. Karena seperti sekarang ini, tidak ada perawatan medis yang dapat menyembuhkan virus flu (obat era modern ini hanya memperpendek umur hidup si virus).

Hal yang bisa dilakukan dokter hanyalah mencoba membuat pasien lebih merasa nyaman. Pada saat itu, mereka yang “beruntung” akan meninggal tenggelam di paru-paru mereka sendiri. Sebaliknya mereka yang tidak, akan terkena infeksi bakteri kedua dan akan meninggal dalam penderitaan (siksaan penyakit). (Epochtimes/joni/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular