Oleh: Lin Yan

Langit malam bulan Mei ini akan terlihat tidak seperti biasanya. Selain dua fenomena langit terkait transit langka Merkurius melintasi matahari dan oposisi Mars yang akan terjadi pada Mei ini, langit malam juga akan dihiasi dengan pemandangan spektakuler berupa hujan meteor, yakni meteor Eta Aquarid dari bekas lintasan komet Halley.  Bagi anda penyuka meteor yang menakjubkan ini panjatkanlah doa saat hujan meteor ini melintas, siapa tahu harapan anda akan terwujud.

Setiap tahun antara Mei dan Oktober Bumi akan melintasi orbit komet Halley, ketika planet Bumi melintasi bekas jejak komet Halley itu, maka jutaan puing-puing kerikil kecil yang “dijatuhkan” oleh komet Halley dalam lintasannya tersebut, mulai tertarik gravitasi Bumi, kemudian menerobos ke atmosfer, namun belum sampai permukaan Bumi, butiran-butiran kerikil dan debu tersebut sudah terbakar habis di atmosfir, kemudian membentuk hujan meteor yang indah.

Melansir laman “Daily Mail,” hujan meteor Eta Aquariids akan mencapai puncaknya pada Rabu dan Kamis, menerangi langit di seluruh dunia. Bagi mereka yang berada di belahan bumi selatan akan terlihat lebih jelas hujan meteor ini. Diperkirakan akan dilintasi sekitar 30 – 40 meteor setiap jam, dan durasi pengamatan lintasannya juga lebih lama daripada di belahan bumi utara, dan dapat diamati dengan lebih fokus empat jam sebelum fajar. Namun, bagi mereka yang berada di belahan bumi utara juga dapat menikmati antar 5 – 10 lintasan meteor setiap jam di pagi hari dalam beberapa hari ke depan. Sementara di Indonesia sendiri, biasanya hujan meteor Eta Aquariids ini akan terlihat di sekitar sisi tenggara dari langit.

Hujan meteor Eta Aquariids akan melesat melintasi langit malam dengan kecepatan 66 km/detik, dan akan meninggalkan Aquarius hujan meteor pada kecepatan 66 kilometer per detik di langit malam, ketika di atmosfer, akan meninggalkan bekas lintasannya yang bersinar terang yang akan berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Di belahan bumi utara, hujan meteor Eta Aquariids dijuluki “earthgrazers,” artinya meteor seakan-akan melintasi cakrawala.

Untuk menikmati hujan meteor yang sempurna, NASA menyarankan sebaiknya di tempat yang gelap jauh dari lampu-lampu kota, bila perlu siapkan alas tidur, selimut atau kursi di alam terbuka.

Transit langka Merkurius melintasi matahari dan Oposisi Mars

Fenomena langit langka lainnya pada awal Mei adalah “transit langka Merkurius melintasi matahari” yang akan terjadi pada 9 Mei 2016. Menurut perhitungan astronomi, bahwa fenomena transit merkurius melintasi matahari hanya akan terjadi sekitar 13 kali dalam 100 tahun. Fenomena serupa berikutnya akan terjadi pada November 2019 mendatang, tapi kecil kemungkinan dapat disaksikan di daratan Tiongkok. Penduduk di sana baru dapat menyaksikan lintasan merkuris ini pada Novemver 2032 mendatang.

Transit di depan matahari sedikit mirip seperti gerhana matahari, lintasan Merkurius di antara matahari dan bumi, sekilas tampak seperti satu titik hitam kecil melintasi matahari. Pemandangan Merkurius melintasi matahari akan berlangsung selama beberapa jam, sayangnya tidak bisa disaksikan di Indonesia.

Pada 22 Mei tengah malam yang akan datang, langit malam akan dihiasi dengan pemandangan “oposisi Mars.” Disebut “Oposisi Mars” oleh para astronom karena Mars dan Matahari berada di sisi berlawanan dari langit. Mars terbit di timur saat matahari terbenam, dan melonjak hampir tepat di kepala pada tengah malam, bersinar seperti terbakar dengan warna jingga, hampir 10 kali lebih terang di banding bintang magnitudo 1. (Epochtimes/joni/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=B8vabHWUXek&feature=youtu.be

 

Share

Video Popular