Oleh Wen Simin

Utusan Khusus dari Sejen PBB untuk Misi Bantuan Irak, Jan Kubis pada Jumat (6/5/2016) menginformasikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa telah ditemukan lebih 50 kuburan massal dari warga yang dibantai militan Islamic State/ IS di dalam wilayah yang pernah mereka duduki di waktu lalu.

3 kuburan massal berisi 40 jenasah yang berada dekat lapangan sepakbola terletak di daerah Ramadi baru ditemukan pada 19 April. Daerah Ramadi sejak Mei tahun lalu sudah diduduki oleh pasukan IS dan tentara Irak baru merebut sebagian dari wilayah itu pada Desember tahun lalu. Sampai Februari tahun ini seluruh wilayah Ramadi baru berhasil dikuasai kembali oleh pasukan pemerintah Irak.

Sejumlah pria suku tetap, tentara Irak dan penduduk wanita juga ditemukan terkubur dalam liang lahat massal yang berada di daerah Sinjar, Irak utara, Anbar di barat dan Tikrit di bagian tengah Irak.

Jan Kubis mengatakan bahwa ini merupakan bukti dari kejahatan keji yang dilakukan oleh anggota IS. Ia mengutuk keras tindakan IS yang melakukan pembantaian, penculikan, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap warga Irak. Tindak kekerasan itu semua tergolong kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang bahkan genosida. Ia juga menyerukan kepada masyarakat internasional agar mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan bahwa seluruh anggota IS harus mempertanggungjawabkan semua yang mereka lakukan itu.
Jan Kubis juga mengatakan, Irak termasuk salah satu negara dengan situasi HAM paling buruk di dunia, sehingga krisis kemanusiaan berkembang lebih parah. Sekitar 10 juta warga Irak yang membutuhkan bantuan internasional. Ia menambahkan bahwa Irak membutuhkan dana bantuan sebesar USD. 860 juta tahun ini, dan baru seperempatnya yang terkumpul saat ini.

Menurut Wikipedia, IS adalah kelompok militan menganut paham Salafisme. Sejak Juni 2014, kepada seluruh negara Islam di dunia, mereka mengaku sebagai sebuah negara yang bernama Islamic State (IS) karena memiliki kekuatan agama, politik dan militer. Langkah tersebut secara luas mendapat kritikan dunia. PBB dan negara-negara anggota beserta negara kelompok Muslim arus utama menolak untuk mengaku IS.

Desember tahun lalu, militan IS telah menguasai daerah yang luas di Irak dengan perkiraan populasi yang berada dalam pengontrolan mereka berjumlah antara 2.8 – 8 juta jiwa. Organisasi yang berafiliasi dengan mereka tersebar di sebagian wilayah Libya, Nigeria dan bagian kecil dari Afghanistan, Afrika bagian Utara dan Asia Selatan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular