JAKARTA – Sebanyak sepuluh ribu pesawat kertas untuk Presiden akan mewarnai peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) pada 31 Mei 2016 mendatang. Pesawat kertas ini merupakan simbol dukungan masyarakat, terutama anak muda  kepada Presiden Joko Widodo  untuk aksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) sebagai bentuk perlindungan menyeluruh  kepada generasi muda dari epidemi global konsumsi tembakau.

Lentera Anak bersama Pembaharu Muda di 17 kota serta berbagai organisasi dan komunitas anak muda di berbagai kota tengah mengumpulkan surat-surat tersebut dari berbagai kalangan. Seperti yang dilakukan Imam Rahma Sanjaya Pembaharu Muda asal kota Pandeglang, yang mendatangi sekolah-sekolah untuk mengumpulkan surat yang dibuat siswa dan siswi.

Begitu juga Citra Demi Kirana Pembaharu Muda dari kota Jakarta, yang mengumpulkan surat dari  anak-anak di RPTRA (Ruang publik Terpadu Ramah Anak). Adapun Febrian dan Gesyca, Pembaharu Muda dari Padang tengah mengumpulkan surat dari 18 kota dan kabupaten di Sumatera Barat bersama anak-anak dari Forum Anak Sumatera Barat.

Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari, menyatakan FCTC sudah melindungi anak-anak di 187 negara dari epidemi global konsumsi tembakau. Namun demikian, hingga saat Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia yang masih menunda aksesi FCTC.

“Jika tidak segera aksesi FCTC, Indonesia akan gagal menikmati bonus demografi. Karena pada 2020 mereka (anak muda) rentan menjadi  penduduk produktif yang  sakit-sakitan dan  menjadi beban ekonomi. Sehingga dapat mengancam bonus demografi yang  hanya terjadi sekali sepanjang sejarah sebuah Negara,” ujar Sundari dalam rilis di Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Selain mengumpulkan surat secara offline, proses pengumpulan surat juga dilakukan secara online. Siapapun dapat ikut menulis surat di Google Form di http://bit.ly/SUP3005 . Surat yang terkumpul akan diantarkan kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, akhir Mei 2016 mendatang.

Youth Empowerment Officer Lentera Anak, Iman Mahaputra Zein mengatakan pengumpulan surat untuk presiden ini dimotori oleh anak muda aktivis Gerakan Muda FCTC dan para Pembaharu Muda dari 17 kota di Indonesia, yang pada Februari lalu  telah berkomitmen untuk menggalang dukungan dari komunitasnya agar Indonesia aksesi FCTC. “Hingga saat ini surat yang terkumpul sudah mencapai  5.000 surat dari target 10.000 dan masih menunggu kiriman surat dari masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Iman.

Sejumlah sumber menyebutkan, aksesi atas pengendalian tembakau yang belum dilaksanakan di Indonesia diantaranya akses mudah untuk membeli rokok serta dengan harga murah, setiap orang bisa beli rokok tanpa batasa usia, iklan rokok yang menjamur pada sejumlah media massa termasuk elektronik, kebijakan pengendalian rokok belum diwujudkan secara luas, rokok masih dianggap sebagai budaya atau sarana pertemanan dan belum ada pembetasan industri atau pertanian tembakau. (asr)

Share

Video Popular