Sangihe – Terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan selama satu minggu terakhir pada gempa vulkanik  Gunungapi Awu di Tahuna Sangihe, Sulawesi Utara, maka untuk menghindari kejadian letusan mendadak yang membongkar kubah lava Awu maka status Gunung Awu dinaikkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kenaikan status Siaga ini berlaku mulai Kamis (12/5/2016) pukul 12.00 Wita. Selanjutnya, rekomendasi daerah berbahaya yang harus dikosongkan yang semula di dalam radius 3 km diperluas menjadi 4 km.

“Dalam level III tidak ada pemukiman penduduk yang perlu dievakuasi. Permukiman terdekat berada di radius 5-7 km dari puncak kawah. Secara visual keadaan kawah puncak belum menunjukkan baik kepulan asap maupun abu,” ujar Sutopo dalam siaran persnya di Jakarta.

Kenaikan status Siaga ini telah dilaporkan oleh Kepala PVMBG kepada Kepala BNPB dan BPBD Provinsi Sulawesi Utara. Kepala BNPB, Willem Rampangilei, telah memerintahkan posko BNPB untuk melakukan pemantauan  aktivitas Gunung Awu dari PVMBG. BPBD agar menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika ada perkembangan lebih lanjut dari aktivitas vulkanik.

Kenaikan status Gunung Awu maka di Indonesia dari 127 gunungapi aktif ada 1 gunung status Awas, 2 status Siaga dan 17 status Waspada. Satu gunung status Awas yaitu Gunung Sinabung sejak 2 April 2015 hingga sekarang.

Dua gunung status Siaga yaitu Gunung Lokon dan Gunung Awu. 17 gunung status Waspada yaitu Gunung Soputan, Karangetang, Kie Besi, Bromo, Egon, Raung, Gamalama, Sangeangapi, Rokatenda, Ibu, Gamkonora, Papandayan, Semeru, Anak Krakatau, Marapi, Dukono  dan Kerinci. (asr)

Share

Video Popular