JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyambut baik pencabutan sanksi oleh FIFA terhadap dunia sepakbola Indonesia. Pemerintah berharap keputusan badan sepakbola dunia ini mampu membawa perkembangan serta perbaikan sepak bola nasional.

“Pemerintah Indonesia tentu saja menyambut gembira, dan berharap keputusan tersebut dapat mendorong bagi meningkatnya persepakbolaan nasional Indonesia lebih baik,” kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (13/5/2016) malam.

Menurut Gatot, perbaikan tesebut khususnya dari aspek pembenahan tata kelola organisasi, pembinaan usia dini, prestasi, transparansi, akuntabilitas dan hubungan yang lebih harmonis dengan berbagai stakeholders terkait di bidang sepakbola.

Gatot menuturkan kronologi upaya hingga memungkinkan dicabutnya sanksi tersebut oleh FIFA  tidak terlepas dari rangkaian keputusan yang diawali dengan  kondusifnya hubungan FIFA dengan Indonesia di era kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Sikap ini terwujud dalam suratnya melalui Acting Sekjen FIFA Markus Kattner pada 11 Maret 2016 telah merespon positif surat Menpora Imam Nahrawi dalam suratnya tertanggal 1 Maret 2016 yang mengucapkan selamat atas terpilihnya Gianni Infanti selaku Presiden FIFA yang baru.

FIFA dalam suratnya dan menginformasikan tentang akan adanya utusan Indonesia yang akan dikirim menemui Presiden FIFA. Respon FIFA sangat melegakan, karena utusan yang mewakili Pemerintah Indonesia akan diterima tanpa persyaratan apapun terkecuali kejelasan agenda pertemuan, dan itu hal yang wajar dalam tata krama protokoler pertemuan internasional.

Demikian pula surat FIFA tertanggal 26 April 2016 yang ditujukan kepada Mensesneg Pratikno yang menyebutkan adanya pertemuan yang “in-depth and very fruitful” antara Presiden FIFA Gianni Infantino, Ketua KOI Erick Thohir dan Ketua Tim Ad-Hoc PSSI Agum Gumelar di Zurich pada tanggal 26 April 2016.

Dalam suratnya tertanggal 26 April 2016 itu pula, FIFA menekankan tentang pentingnya Pemerintah Indonesia untuk mencabut keputusan pembekuan PSSI sebelum kemudian FIFA mempertimbangkan kemungkinan pencabutan sanksi pada Indonesia.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo pada 15 April 2016 di Istana Negara telah menyebutkan bahwa masalah PSSI akan diselesaikan sebelum Kongres FIFA, maka Menpora pada 10 Mei 2016 telah secara resmi mencabut keputusan pembekuan pada PSSI tanpa persyaratan apapun, dan pada tanggal itu pula langsung dikirimkan keputusan tersebut kepada FIFA melalui surat resmi dari Pemerintah Indonesia.

Gatot mengatakan keputusan FIFA terhadap Indonesia ini tidak terlepas juga dari kontribusi positif PSSI yang melalui delegasinya yang menghadiri Kongres FIFA di New Mexico telah berusaha keras memperjuangkan masalah tersebut. Seluruh proses rangkaian ini perlu dijelaskan untuk menunjukkan, bahwa keputusan FIFA tersebut adalah hasil kerja yang sinergis dari berbagai pihak, terutama setelah Presiden Joko Widodo memberikan clear directive sejak adanya situasi yang kondusif di FIFA.

Itulah sebabnya, dua hari sebelum terpetik berita dicabutnya sanksi FIFA, maka Ketua KOI Erick Thohir saat mengawali pembukaan 4th Coordination Committee Meeting of OCA pada 11 Mei 2016 di Bali dalam rangka persiapan Asian Games 2018, ia dengan gembira menyampaikan kabar baik tentang telah dicabutnya pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi sebagai bentuk kepatuhan terhadap putusan MA dan Erick Thohir  pun berharap sanksi FIFA segera dicabut, sehingga Asian Games 2018 akan dipertandingkan sepakbola. (asr)

Share

Video Popular