Oleh: Ye Yu Huan

Manusia raksasa sebenarnya memang pernah eksis di atas bumi, dan ini memang tercatat dalam “Alkitab” yang paling penting dan sakral dalam budaya Barat.

Dalam “kitab 1 Samuel” dalam “Perjanjian Lama” pernah tercatat David (Daud) membunuh sesosok raksasa bernama Goliath (Jalut), tingginya six cubits and a span (enam hasta/ siku dan satu jengkal). Sekadar diketahui, ada beberapa perhitungan hasta berdasarkan kompilasi kamus “Alkitab”, yang terpendek adalah 45 cm = 1 hasta, dan 6 hasta = 9 kaki. Dengan ukuran Enam hasta sejengkal, tinggi Goliath setidaknya mencapai tiga meter lebih! Tapi ini bukan catatan “Alkitab” satu-satunya terkait manusia raksasa.

Dalam kitab “Kejadian” dalam “Perjanjian Lama” disebutkan bahwa ada manusia raksasa di atas Bumi sebelum datangnya banjir dahsyat.

Demikian pula, dalam “kitab bilangan” dalam “Perjanjian Lama” disebutkan bahwa setelah Musa membawa orang-orang Yahudi keluar dari Mesir, pernah mengirim pengintai ke tanah Kanaan, untuk memahami kondisi setempat, tak lama setelah itu para pengintai mengatakan, “Orang-orang di sana sangat kuat dan perkasa, benteng kotanya juga sangat kokoh dan besar, dan kami juga melihat orang-orang anakim (suatu ras yang terdiri dari orang-orang bertubuh sangat besar- keturunan raksasa). Dari hasil pengintaian itu, kami melihat penduduk disana itu semuanya berperawakan tinggi besar. Kami melihat orang-orang anakim di sana, yaitu keturunan manusia raksasa. Mereka adalah keturunan manusia raksasa. Menurut pandangan kami, kami kelihatan seperti belalang dalam mata kami sendiri, demikian juga di mata mereka.

Apakah dongeng ?

Kalau di dalam Alkitab ada cerita tentang raksasa, berarti Alkitab tidak lebih daripada sekedar sebuah buku dongeng, bukan? Tunggu dulu. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah asumsi dasar dari pertanyaan ini. Mengapa atau apa dasarnya mengatakan bahwa raksasa itu adalah sebuah dongeng?

Asumsi ini muncul mungkin karena terlalu banyak membaca buku dongeng atau menonton film-film kartun yang bercerita tentang raksasa. Mana yang ada lebih dahulu? Alkitab atau buku-buku atau film dongeng tentang raksasa?

Ya jelas Alkitab! Maka kalau boleh dikatakan, bukanlah Alkitab yang meniru buku-buku dongeng itu melainkan buku-buku dongeng itu yang meniru Alkitab. Namun  jika tidak mau dikatakan demikian, maka yang bisa dikatakan adalah Alkitab tidak sama dengan dongeng hanya karena ada raksasa-raksasa dalam cerita dongeng. Ingat, Alkitab lebih dulu ada daripada semua dongeng itu.

Selain itu,  pemikiran semacam itu muncul dari pemahaman kita terhadap kata “raksasa” itu sendiri. Kita terlanjur berasumsi bahwa ‘raksasa’ itu adalah dongeng maka ketika menemukan ada ‘raksasa’ di Alkitab, kita langsung mengklaimnya sebagai dongeng. Mungkin kata ‘raksasa’ ini harus dipahami sebagai suatu ukuran tubuh yang lebih besar daripada orang kebanyakan yang disebabkan oleh mutasi kromosom secara permanen yang diakui dalam dunia medis.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa raksasa-raksasa yang dibicarakan di dalam Alkitab menunjuk pada ukuran tubuh yang lebih besar dari orang kebanyakan. Ini bukan dongeng tetapi fakta. Pikiran bahwa itu adalah dongeng timbul dari asumsi yang salah terhadap istilah ‘raksasa’ itu sendiri. Jadi sekali lagi Alkitab bukan atau tidak sama dengan cerita dongeng. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular