JAKARTA –  Sebanyak 10.000 surat dari berbagai kota di Indonesia  siap untuk disampaikan kepada Presiden sebagai dukungan dari masyarakat agar Presiden Joko Widodo segera menyelamatkan bangsa Indonesia dari dampak rokok dengan aksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (29/5/2016).

10.000 surat ini divisualkan menjadi pesawat kertas yang beterbangan dari berbagai penjuru  kota di Indonesia dan mendarat di istana Merdeka. Surat-surat ini dikumpulkan sejak  April 2016 oleh 20 orang Pembaharu Muda dari 17 kota di Indonesia.

Mereka melakukan edukasi, kampanye dan mengumpulkan surat untuk Presiden di komunitas, organisasi, sekolah, kampus, taman kota, event car free day dan lainnya. Kemudian kampanye ini menyebar dan surat-surat berdatangan dari tempat lain seperti, Banda Aceh hingga Jayapura. Surat-surat juga  terkumpul secara online dan melalui PO Box 1124 JKS 12011.

Beragam surat-surat tersebut menyampaikan harapan dan dukungan kepada Presiden Joko Widodo agar membuat aturan yang ketat terhadap pengendalian tembakau, melalui aksesi terhadap FCTC untuk melindungi generasi kini dan mendatang.

“Dengan mengaksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control), kami berharap Pemerintah berkomitmen membuat aturan yang lebih ketat dalam pengendalian tembakau. Penjualan rokok dibatasi hanya di tempat-tempat tertentu dan harga rokok dinaikkan supaya tidak mudah dibeli oleh masyarakat. Penjual dilarang menjual rokok kepada anak-anak, dan pelanggaran terhadap hal ini harus diberikan sanksi yang keras,” demikian cuplikan sebuah surat dari seorang pegawai BUMN di Jakarta.

Harapan masyarakat ini tentu saja sangat beralasan, mengingat prevalensi perokok di Indonesia tertinggi di dunia menurut data WHO. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan, 48,4 juta jiwa penduduk usia di atas 10 tahun merokok setiap hari, dan 80% diantaranya mulai merokok di usia 15-19 tahun. Rokok menjadi penyebab kematian 6 juta orang setiap tahun dimana 600 ribu orang diantaranya perokok pasif.

Ketua Lentera Anak  menyatakan, Lisda Sundari mengatakan FCTC sudah melindungi anak-anak di 187 negara dari epidemi global konsumsi tembakau. Indonesia satu-satunya negara di Asia yang masih menunda aksesi FCTC.

Menurut Lisda, jika tidak segera aksesi FCTC, Indonesia akan gagal menikmati bonus demografi. Karena pada 2020 mereka (anak muda) rentan menjadi  penduduk produktif yang  sakit-sakitan dan  menjadi beban ekonomi. Sehingga dapat mengancam bonus demografi yang  hanya terjadi sekali sepanjang sejarah sebuah Negara.

Sementara, Youth Empowerment Officer Lentera Anak, Iman Mahaputera Zein, menyatakan aksi kreatif “10.000 Pesawat Kertas Untuk Presiden” adalah salah satu acara dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2016.

Menurut Iman, Pembaharu Muda dari 17 kota juga menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia dengan berbagai aksi ala anak muda bersama komunitasnya untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Presiden Joko Widodo meyelamatkan generasi bangsa dari dampak rokok dengan aksesi FCTC.

Citra Demi Karina, salah seorang Pembaharu Muda dari Jakarta, yang mengumpulkan lebih dari 1.000 surat untuk Presiden dari komunitasnya menyatakan, dirinya bersama komunitas Forum Anak Jakarta Barat berkeliling ke beberapa Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta, dan menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak dan remaja bersemangat menulis surat untuk presiden.

Tak hanya anak-anak, ujar Citra, para pelajar yang didatangi di beberapa sekolah di jakarta, sangat antusias untuk menyatakan menolak menjadi target industri rokok. Menurut Citra, upaya penggalangan dukungan Surat Untuk Presiden yang terutama digerakkan para Pembaharu Muda adalah wujud kegelisahan anak muda Indonesia yang ingin menyelamatkan bonus demografi.

Menurut Citra, edukasi dan kampanye yang dilakukan kepada organisasi dan komunitas bertujuan menyadarkan masyarakat luas bahwa Indonesia sudah darurat rokok. Oleh karena itu, harus didukung agar pemerintah untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari dampak rokok. “Inilah bentuk dukungan kami, mengumpulkan surat-surat dari masyarakat kepada Presiden untuk mengaksesi FCTC,” kata Citra.  (asr)

 

Share

Video Popular