Malaikat setinggi 8 kaki (2,44 meter) tersembunyi di bawah plester dinding selama ratusan tahun kini telah ditemukan di ‘tempat kelahiran Yesus’. Mosaik rumit tersebut ditemukan selama restorasi di Gereja Nativity di Bethlehem, yang dibangun hampir 1.700 tahun yang lalu.

Para teknisi dengan hati-hati mengerok lapisan plester untuk mengungkap ubin kuno yang telah bertahan berabad-abad terabaikan, dan sekarang sedang dikerjakan untuk dibawa kembali ke kehidupan.

Menurut National Geographic, malaikat itu ditemukan melalui upaya perusahaan restorasi (pemugaran) Italia, Piacenti S.p.A. Dan sekarang, ia bergabung dengan enam yang lainnya yang bertahan mengawasi di gereja kuno tersebut. Mereka menggunakan kamera thermographic untuk mendeteksi variasi suhu antara plester, batu, dan kaca, dimana Silvia Starinieri pertama kali menemukan ketidakteraturan di dinding tersebut.

Saat tim mulai mengikis pergi plester, seraut wajah yang tersusun dari mutiara (mother of pearl) muncul pertama kali, diikuti oleh ubin emas lingkaran cahaya di atas kepala.

mosaik malaikat di Gereja Nativity Bethlehem

Sejak tahun 2013, para ahli restorasi telah bekerja untuk melestarikan mosaik-mosaik tersebut yang menghiasi bangunan suci itu, termasuk gambar Yesus, Yoseph, dan Bunda Maria, bersama dengan 12 murid, orang-orang kudus, dan para leluhur.

Semuanya itu ditandatangani oleh seorang seniman bernama Basilius, dan ditugaskan di abad ke-12 oleh Raja Amalric I dan Kaisar Byzantium Manuel Comnenus, National Geographic melaporkan.

Gereja tersebut ditugaskan pada abad 327 M oleh Kaisar Constantine, di atas gua dimana tempat itu dipercaya sebagai tempat Yesus dilahirkan.

tempat kelahiran Yesus
Mosaik rumit ditemukan selama restorasi di Gereja Nativity di Bethlehem, dibangun hampir 1.700 tahun yang lalu

“The Church of the Nativity adalah salah satu gereja Kristen pertama, dibangun di tempat di mana Yesus Kristus dilahirkan. Ini menandai awal dari Kristen dan merupakan salah satu tempat paling suci,” menurut Piacenti.

Konstruksi selesai pada abad 339 M, namun bangunan itu kemudian dihancurkan oleh orang-orang Samaria selama abad ke-6. Setelah itu dibangun kembali di bawah pemerintahan Justinian, gereja yang telah berdiri berabad-abad melawan kerusakan dari cuaca, debu, dan konflik.

Dalam beberapa tahun terakhir, bagaimanapun, gereja tersebut telah menjadi mengkhawatirkan karena tidak stabil. Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas menyerukan leluhur gereja untuk menyelamatkan bangunan kuno tersebut, dan tim restorasi mulai bekerja pada pembetulan atas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada karya seni yang ada didalam.

‘Grotto’ di Gereja Nativity, tempat kelahiran Yesus

Pada awal proyek, atap dan struktur kayu di mana dianggap membutuhkan untuk pelestarian secepatnya. Dari September 2013 sampai Maret 2015, tim restorasi melakukan survei rinci dan membuat sistem atap dan jendela baru. Lalu, mereka mulai mengembalikan narthex (pintu masuk utama), pintu timur narthex, dan dinding batu.

Pada bulan Maret 2015, tim bekerja pada pemulihan mosaik dinding, memimpin mereka untuk menemukan fragmen malaikat di dinding utara. Setelah ini, mereka mulai mengembalikan pintu masuk utama, pintu timur, dan dinding batu.

Pada tahap berikutnya dari proyek, para teknisi akan pindah ke lantai mosaik, dan ‘Grotto’, tempat paling suci di gereja, yang berisi bintang yang menandai lokasi yang tepat dari kelahiran Yesus.

Dari sekian banyak mosaik yang pernah menutupi banyak bangunan, hanya sekitar 20 persen telah bertahan sampai hari ini, Menemukan sosok utuh dari malaikat yang hilang tersebut, tim menjelaskan, ‘tampak seperti keajaiban kecil’. (ran)

Share

Video Popular