Oleh: Lin Cong Wen

Republik Dagestan adalah salah satu republik otonomi di dalam Federasi Rusia, terletak di Selatan Rusia, baru-baru ini Dagestan diserbu jutaan belalang, dan merupakan wabah terburuk dalam 30 tahun terakhir, lebih dari 10% lahan pertanian hancur akibat serbuan pasukan belalang ini. Sementara itu, pihak berwenang telah menyatakan keadaan darurat.

Belalang yang jumlahnya jutaan ini menyerbu lebih dari 70,000 hektar lahan pertanian di sana, akibat serbuan pasukan ini membuat langit di Dagestan terlihat seperti sehamparan gelap, tampak seperti suasana kiamat sebagaimana yang dijelaskan dalam “Alkitab.” Beberapa kendaraan terpaksa harus membanting stir berbelok arah, untuk menghindari kerumunan belalalang yang tak diundang ini.

Nafsu makan pasukan belalang ini sangat fantastis, mampu melahap tanaman dengan berat yang setara dalam satu hari. Pejabat setempat mengatakan bahwa sedikitnya 10% dari lahan pertanian di sana telah hancur, dan telah menyatakan keadaan darurat. Pihak berwenang mencoba menghadang atau mengusir pasukan belalang itu dengan pesawat, sementara para petani mencoba membasmi mereka dengan api atau menyemprotkan pestisida.

Setiap tahun sejumlah besar belalang dari Afrika Utara menyerbu tanaman di Selatan Rusia. Namun, menurut penuturan penduduk setempat, bahwa cuaca yang luar biasa hangat tahun ini, menyebabkan banyak belalang tiba di wilayah tersebut.

“Ini merupakan bencana (belalang) terburuk dalam 30 tahun terakhir,” kata pejabat setempat.

Sehubungan dengan serbuan belalang ini, seorang petani dengan kening berkerut cemas mengatakan kepada CNN,  “Lahan jagung tidak tersisa sedikit pun. Pasukan belalang ini menggerogoti apa saja, mulai dari daun hingga bulir jagung, semua dilahapnya tanpa sisa.”

Dalam “Kitab Keluaran” (buku kedua dari kumpulan 5 kitab yang disebut Taurat, oleh Musa) dalam “Alkitab,” pernah disebutkan tentang wabah belalang yang mengerikan. Belalang-belalang ini menutupi seluruh permukaan bumi, membuat bumi ini gelap gulita, mereka menggerogoti setiap tanaman di atas tanah, melahap buah-buahan di atas pohon. Di atas tanah di seluruh Mesir, tidak sedikitpun tersisa daun-daun yang tumbuh di atas pohon atau tanaman di padang belantara. (Epochtimes/joni/rmat)

https://www.youtube.com/watch?v=7u6mLPSYV6I&feature=youtu.be

Share

Video Popular