JAKARTA – Razia warung nasi saat bulan Ramadhan di daerah seperti di Serang mendapat perhatian luas dari masyarakat. Bahkan kasus di Serang membuat netizen simpatik hingga beramai-ramai memberikan bantuan kepada Bu Saeni pemilik warung mencapai ratusan juta rupiah. Adapun kasus di Padang, penjual ikan bakar dirazia sedangkan ikannya disita oleh Satpol PP.

Dalam kasus di Serang, Banten, sayur mayur dan lauk pauk yang siap dijaja turut diangkut oleh Satpol PP Kota Serang. Presiden Jokowi pun disebut turut memberikan sumbangan kepada pemilik warung yang menjadi korban razia dengan alasan adanya Perda di Kota Serang.

Menteri Dalam Negeri, Tjhajo Kumolo mengatakan sudah biasa mendengar kabar ulah aktivitas Satpol PP yang menimbulkan sikap tidak simpatik dari masyarakat. Seperti kasus di Serang, Mendagri menuturkan sejak awal sudah menyampaikan bahwa Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas Pemda,  walikota atau bupati harus simpatik dan tak terlalu berlebihan.

“Jangan overacting, jangan melampaui tugas-tugas yang bukan menjadi kewenangan, diberikan penyuluhan kalau buka warung jangan terbuka dan sebagainya,” kata Tjahjo di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Walaupun pelarangan tersebut diperkuat dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat oleh kepala daerah tingkat I dan II, Tjahjo mengaku Kemendagri baru mengetahui kalau Perda-Perda tersebut ternyata  bermasalah di Perda.  Tjahjo berjanji akan membuat tim dan nantinya akan mengkaji Perda-Perda tersebut.

Tak hanya soal razia warung makan, Perda lainnya juga turut dikaji Kemendagri berkaitan investasi, retribusi dan perizinan.  Tjahjo menambahakan, Peraturan daerah otonomi khusus seperti Aceh yang menggunakan Syariah Islam tak menjadi persoalan, namun terhadap daerah yang majemuk harus dipertimbangkan agar tak menimbulkan masalah.

Tjahjo sependapat dengan pernyataan Menteri Agama bahwa semestinya tak masalah rumah makan berjualan saat Ramadhan asal tak terlihat secara terbuka seperti disertai tirai. Menurut Tjahjo pada prinsipnya, membuka warung makan adalah sudah menjadi mata pencaharian si pemilik warung.

Sementara Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin mengkritik sikap dan tindakan Satpol PP yang melakukan razia warung nasi milik warga di Serang. Menag meminta Satpol PP agar melaksanakan tugas mereka lebih manusiawi saat melakukan razia. Menteri Lukman berharap kasus di Serang menjadi pelajaran penting bagi aparat hukum, agar saat melaksanakan tugas leih persuasif dalam menegakkan hukum.

Menteri Lukman berharap saat melaksanakan ibadah Ramadan semestinya tetap terjalin sikap saling toleransi antar sesama masyarakat. Pastinya, bagi masyarakat yang tidak berpuasa menghormati bagi masyarakat yang menjalankan puasa. Begitu juga sebaliknya, bagi yang melaksanakan puasa juga menghormati sesama saudara yang tidak melaksanakan puasa. “Jadi prinsipnya itu,” katanya. (asr)

Share

Video Popular