“Menghadapi perubahan iklim perlu dilakukan bersama, tidak hanya Pemerintah namun juga peran serta masyarakat,” pesan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc saat bertatap muka dengan Media dan Netizen di Auditorium Dr Soejarwo, Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/6/2016).

Acara bertema “Membangun Partisipasi Publik dalam Mengelola Perubahan Iklim” itu digelar untuk berbagi tentang perubahan iklim yang mengancam Indonesia sehingga masukan-masukan bermanfaat dapat diperoleh. Acara yang dihadiri ratusan orang, dan berlanjut dengan buka bersama puasa itu, cukup interaktif. Imam B Prasojo selaku Penasihat senior Menteri Lingkungan Hidup untuk perubahan iklim bertindak sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Siti Nurbaya memandang penting peran masyarakat dalam perubahan iklim. Upaya  mengatasinya perlu dilakukan bersama, terutama dengan masyarakat, termasuk netizen dan jurnalis. Pemerintah tak mungkin menghadapi sendiri.

“Netizen dan media diharapkan dapat membantu menyebarkan isu perubahan iklim lebih luas lagi,” katanya.

Menurutnya dengan banyak informasi tentang perubahan iklim, maka masyarakat dapat lebih banyak terdorong untuk berperan serta mengatasi. Pasalnya perubahan iklim berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Menyangkut hal-hal yang sering dilakukan sehari-hari seperti mengelola sampah, pilihan transportasi, menanam pohon hingga dunia industri.

Banyak kebijakan telah dikeluarkan  untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca.Namun kebijakan itu harus diikuti dengan menyiapkan kemampuan adaptasi masyarakat.  Perlu dan penting untuk meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dengan menumbuhkan langkah-langkah inovatif.

Hal itu diamini oleh peserta yang  berbagi cerita tentang apa yang sudah dilakukan. Totok, menyatakan perubahan iklim dapat dilakukan dengan pemilihan moda transportasi. Ia mengaku bersepeda untuk menunjang aktivitasnya di ibukota. Sementara Ayu dengan komunitas Hutan Indonesia-nya, aktif berkegiatan dengan focus pada hutan-hutan yang ada. Peserta lain juga mengungkapkan dengan gerakan “saku adalah tempat sampahmu.”

Dalam kesempatan itu Imam B Prasojo, mengajak untuk melakukan gerakan bersama menghadapi perubahan iklim di masyarakat. Hal itu mengingat persoalan perubahan iklim sedemikian besarnya. Media dan netizen bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk upaya-upaya menghadapi perubahan iklim. Dengan demikian diharapkan masyarakat luas lebih banyak terlibat dalam penanganan perubahan iklim dalam kehidupan sehari-harinya. (eb/rmat)

Share

Video Popular