Departemen Luar Negeri AS dalam upayanya untuk memperluas secara dramatis jumlah orang Amerika yang belajar dan menguasai bahasa asing kritis, telah mempromosikan program studi CLS (Critical Language Scholarship Program).

Pada tahun pertamanya bekerjasama dengan Taiwan, Deplu AS baru-baru ini mengirim 20 orang mahasiswa pilihan ke National Cheng Kung University Taiwan untuk studi bahasa Mandarin selama 8 pekan. Utusan Deplu Taiwan dalam pidato sambutan mereka di aula universitas menyampaikan harapan kepada mereka agar kelak mampu  menjadi benih bagi peningkatan hubungan baik kedua negara.

Central News Agency mengutip ucapan dari Kepada Divisi Internasional dan Lintas Selatan Departemen Pendidikan Taiwan Yang Minling melaporkan bahwa Taiwan kaya dengan beragam budaya, memiliki metode pengajaran ortodoks dan menggunakan karater tradisional yang tentunya akan bermanfaat pada pengembangan kreativitas siswa. Ia berharap kepada para mahasiswa dari AS ini bisa memperoleh pengalaman yang berbeda selama mereka berada di Taiwan, dan di luar kurikulum juga dapat mempelajari lebih banyak tentang budaya asli masyarakat Taiwan.

Wakil Ketua Divisi Urusan Amerika Utara dari Deplu Taiwan Yao Jinxiang mengatakan, Taiwan dan AS merupakan mitra dekat yang memiliki kerjasama dalam aspek keamanan nasional, ekonomi selain juga persahabatan yang erat antar kedua bangsa. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari lebih banyak tentang masa depan Taiwan agar kelak mampu memainkan peran penting dalam upaya untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

Juru bicara National Cheng Kung University Taiwan mengatakan, Deplu AS sudah sejak 2006 mempromosikan program CLS kepada para mahasiswa di AS. Program tersebut diadakan dengan tujuan untuk memberikan pelatihan profesional, pemahaman lintas budaya dan bilateral kepada para siswa calon personel politik dan diplomatik. Program meliputi 13 macam bahasa yang dipelajari langsung dari 13 negara itu. Para siswa yang mengikuti program ini umumnya adalah siswa pilihan dan mendapatkan beasiswa.

Rektor National Cheng Kung University Taiwan Su Huizhen mengatakan, CLS untuk pertama kalinya pada tahun ini memilih Taiwan sebagai tempat untuk memperdalam bahasa Mandarin dan menunjuk National Cheng Kung University Taiwan sebagai penyelenggara. Ia juga mengatakan bahwa selain gelar profesional universitas ini mendapat pengakuan internasional, kota Tainan yang kaya akan latar belakang sejarah dan budaya juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendalaminya.

Su Huizhhen juga mengatakan, meskipun pelatihan di Taiwan hanya berlangsung selama 8 pekan, namun hasilnya akan setara dengan 1 tahun akademik pendidikan bahasa Mandarin universitas-universitas di AS. Setelah mengakhiri 8 pekan pendidikan nanti kemampuan berbahasa Mandarin para siswa dipastikan akan naik 1 tingkat, sementara itu mereka juga akan memperoleh tambahan pemahaman tentang budaya masyarakat Taiwan.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular