JAKARTA –Seorang WNI dinyatakan fositif terkena virus Zika setelah diperiksa oleh petugas Karantina di Bandara Internasional Kaohsiung, Taiwan. Atas laporan Taiwan Centers for Disease Control,  Kemenkes merespon dengan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Melansir dari situs Kemenkes, pada awal bulan ini,  tim gerak cepat (TGC) Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blitar melaksanakan investigasi dengan mengunjungi lokasi kediaman pasien, yakni di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Tim juga langsung menelusuri riwayat perjalanan pasien sebelum ke Taiwan termasuk orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien dan agen perjalanannya. Pada saat itu, TGC Provinsi Jatim dan Kabupaten Blitar, dibantu Puskesmas Kecamatan Wlingi mengadakan penyuluhan singkat tentang penyakit Zika, meliputi situasi Zika di dunia dan Indonesia, penyebab, masa inkubasi, cara penularan, dan cara pencegahannya.

Dilanjutkan dengan pelaksanaan pengambilan spesimen serum kepada kontak erat, serta pemantauan jentik dengan sasaran bak air di dalam dan luar rumah di sekitar lingkungan tempat tinggal kasus.

Hasil pemantauan jentik di 84 rumah sekitar kasus, ditemukan jentik di 2 rumah. Berdasarkan laporan Dinkes Kabupaten Blitar, hasil pemantauan jentik yang dibantu oleh kader Jumantik di Kelurahan tangkil pada triwulan 2 tahun 2016, menemukan jentik pada 18 dari dari 100 rumah yang dikunjungi (angka bebas jentik 82%).

Melansir dari situs resmi Taiwan Centers for Disease Control, Epidemi Central Command Center (CECC) untuk Zika Virus mengumumkan kasus impor ketiga infeksi virus Zika diidentifikasi di Taiwan. Kasus ini ditemukan terhadap anak buah ABK penangkapa ikan asal Indonesia yang tiba di Taiwan melalui Bandara Internasional Kaohsiung.

Suspek dalam kasus ini dalam kondisi kesehatan yang baik dan tidak lagi mengalami gejala apapun. Taiwan Centers for Disease Control (CDC Taiwan) dan Biro Kesehatan Pemerintah Kota Kaohsiung telah menerapkan sejumlah langkah pengendalian vektor di sekitar daerah di mana kasus ini ditemukan.

Kejadian diketahui pada 1 Juni 2016 lalu, saat pemuda asal Indonesia berumur 22 tahun  mengalami tak enak badan ketika ia naik pesawat. Setibanya di Bandara Internasional Kaohsiung, ia dihentikan oleh petugas karantina karena gejalanya seperti demam dan mata merah. Setelah spesimen nya diserahkan ke laboratorium untuk pengujian, infeksi virus Zika dikonfirmasi fositif.

Menurut Otoritas Taiwan, kasus ini adalah kasus Zika pertama pada tahun yang berasal dari Indonesia. Atas kasus ini, Taiwan CDC telah berkoordinasi dengan Kementerian Taiwan Luar Negeri (Deplu), pemerintah Indonesia dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (asr)

Share

Video Popular