- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Di Planet Ini Matahari Terbit dan Terbenam 3 Kali Setiap Hari

Bisakah kita menyaksikan matahari terbit dan terbenam tiga kali sehari ? Ada satu planet yang unik di konstelasi Centaurus, dikatakan unik karena planet ini memiliki tiga matahari (bintang), selama satu tahun di planet ini setara dengan ratusan tahun di Bumi, kata ilmuwan.

Sinar matahari di atas planet HD131399Ab berasal dari tiga matahari. Para ilmuwan mengatakan bahwa planet yang jauhnya sekitar 320 tahun cahaya dari bumi yang terletak di konstelasi Centaurus ini tidak sama dengan planet lain apapun sebagaimana yang dikenal di dunia.

Dalam satu tahun dan pada waktu tertentu, setiap hari kita bisa melihat 3 kali matahari terbit dan 3 kali matahari terbenam di planet yang unik ini, sementara hari-hari lainnya tidak pernah terlihat adanya malam hari.

Seandainya  planet ini mengandung kehidupan (meskipun para ilmuwan percaya hal itu hampir mustahil), dan berdasarkan musim yang tidak sama, kehidupan-kehidupan ini mungkin akan terpapar oleh sinar matahari secara tidak langsung setiap hari, atau menikmati suasana matahari terbit dan terbenam tiga kali sehari, dan waktu keberlangsungan dari setiap musim itu pun melampaui usia hidup manusia, demikian dilansir dari laman USA Today, Kamis, (7/7/2016).

Hal pertama yang diketahui oleh ilmuwan, ada tiga matahari terbit dan tiga matahai tenggelam di planet HD-131399Ab setiap harinya. Saat satu bintang terbenam, masih ada bintang lain yang bersinar. Jadi tidak ada malam di planet ini. Biasanya atraksi gravitasi yang berasal dari matahari lainnya dalam sistem tersebut akan membuat orbit menunjukkan kondisi yang tidak stabil, artinya planet ini mungkin memisahkan diri dari orbitnya.

HD 131399Ab berusia hanya sekitar 16 juta tahun yang membuatnya menjadi  salah satu exoplanets termuda yang pernah ditemukan. Planet ini memiliki suhu yang mencapai lebih dari 1.000 derajat Fahrenheit.

 “Jika planet itu lebih jauh dari bintang yang paling besar dalam sistem, itu akan ditendang keluar dari sistem. simulasi komputer kami telah menunjukkan bahwa jenis orbit bisa stabil, tetapi jika Anda mengubah hal-hal di sekitar sedikit saja, itu bisa menjadi tidak stabil dengan sangat cepat,” tutur Daniel Apai, Asisten Profesor di University of Arizona.

Kondisi planet ini sangat stabil, kata ilmuwan dalam sebuah studi yang dirilis di jurnal Science. Planet ini perlu sekitar 600 tahun bumi untuk satu kali putaran mengelilingi matahari utamanya. Karena planet ini ditemukan sekitar setahun yang lalu, sehingga para astronom hanya bisa melihat sebagian kecil dari orbit elipsnya.  Para ilmuwan menduga, dikarenakan mengeliling bintang terbesar dan paling terang dalam sistemnya, sehingga planet ini dilabeli sebagai “bintang A”.

Para astronom menemukan planet ini menggunakan empat megateleskop bernama The Very Large Telescope (VLT) milik Europeean Southern Observatory yang berlokasi di Chile, Amerika Selatan, dan planet ini adalah salah satu planet exoplanet termuda yang pernah ditemukan selama ini.

Ini adalah satu-satunya planet dalam sistem tersebut yang pernah ditemukan mereka selama ini. Tapi, tidak tertutup kemungkinan planet lainnya juga berputar mengelilingi dua bintang lainnya, kata Kevin Wagner, peneliti utama sekaligus penemu planet tersebut dari University of Arizona, Amerika Serikat. (Jhon/asr)