14 Juli adalah hari nasional Prancis. Ketika masyarakat kota Nice sedang menonton pertunjukan kembang api dalam perayaan Hari Nasional Prancis di wilayah Cote d’Azur, sebuah truk menerjang ke dalam kerumunan massa yang panjangnya mencapai 1,5 km. Saksi mata mengungkapkan, di jalanan ibarat pembantaian massal, mayat terlihat di mana-mana.

Menurut laporan “Daily Mail” bahwa sebuah truk menerjang ke dalam kerumunan massa yang panjangnya mencapai 1,5 km. Sampai saat ini, serangan itu menewaskan sedikitnya 77 orang dan 100 orang luka-luka. Sopir truk ditembak mati.

Saksi mata mengatakan bahwa sebelum sopir ditembak mati, dia mendengar suara tembakan. Media Prancis melaporkan bahwa, menurut laporan yang belum dikonfirmasi, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Pihak berwenang Perancis mengatakan bahwa saat ini tersangka kedua, sedang melarikan diri.

Tabrakan Truk dengan kecepatan sekitar 60 km per jam menabrak ratusan orang yang sedang menonton kembang api. Pihak berwajib menemukan senjata api dan granat dalam truk.

Setelah truk menabrak kerumunan massa, terdengar suara tembakan di jalan. Orang-orang bersenjata menargetkan tembakan ke hotel dan kafe di kota pelabuhan selatan Perancis. Polisi anti-terorisme bergegas ke tempat kejadian, mereka menyerukan agar masyarakat tetap tinggal di rumah dan mengunci pintu.

Lokal koran setempat “Nice Matin” mengutip wartawan di tempat kejadian mengatakan bahwa ada banyak orang terluka di jalan-jalan, darah berceceran di mana-mana. Surat kabar itu menerbitkan sebuah foto truk jarak jauh yang sudah rusak, dan mengatakan bahwa “di atasnya penuh dengan peluru.”

Damien Allemand reporter koran tersebut mengatakan, “Orang-orang panik dan lari menyebar, saya tiba di Promenade des Anglais masuk ke dalam kerumunan massa …… beberapa orang berlumuran darah, pasti banyak orang terluka…”

Terjadi tragedi serangan teroris di Perancis, sebuah truk manabrak dan menghancurkan kerumunan massa sepanjang 1,5 km di tepi jalan yang sedang merayakan Hari Nasional. Menewaskan sedikitnya 77 orang dan 100 luka-luka. (Valery Hache / AFP / Getty Images)
Terjadi tragedi serangan teroris di Perancis, sebuah truk manabrak dan menghancurkan kerumunan massa sepanjang 1,5 km di tepi jalan yang sedang merayakan Hari Nasional. Menewaskan sedikitnya 77 orang dan 100 luka-luka. (Valery Hache / AFP / Getty Images)

“Kami baru saja selesai menonton kembang api di Neptune Beach, kami melihat sebuah truk warna putih dengan kecepatang 60-70 kilometer per jam (menuju ke orang banyak) dan menabrak mereka,” kata Antoine seorang saksi.

Saksi mata mengatakan bahwa setelah pria bersenjata itu menabrak orang ia melompat keluar dan mulai menembak ke kerumunan massa, para pejabat setempat mengatakan sopir ditembak mati. Tersangka kedua melarikan diri.

Saksi mata Wassim Bouhlel mengatakan, dia melihat sebuah truk menabrak ke kerumunan, kemudian dia melihat seorang pria memegang senjata mulai menembak.

“Sepertinya ada acara ada pembantaian, mayat bergelimpangan di mana-mana,” kata Bouhlel.

Seorang juru bicara di TV “BFM TV” mengatakan truk kontainer sarat dengan senjata, dan bahan peledak. Untungnya truk tidak meledak, jika meledak konsekuensi bisa menjadi bencana.

Direktur Badan Keamanan Internal Perancia (DGSI) baru-baru ini mengatakan bahwa  ISIS kemungkinan akan menggunakan sebuah bom mobil meledakkan korban massal di Perancis, tidak lagi menggunakan cara umum seperti digunakan di masa lalu “pelaku bom bunuh diri.”

Jika teroris dapat membuat bom koper maka mereka dapat memasang perangkat itu dan diledakkan di mobil. Pelatihan itu hanya membutuhkan waktu satu sampai dua minggu dan sudah dapat melakukan serangan substantive. (lim/rmat)

Share

Video Popular