Warga sipil Venezuela mengambil keuntungan dari pembukaan kembali perbatasan Kolombia untuk masuk ke Cucuta, Kolombia demi membeli bahan makanan dan obat-obatan yang sudah langka di Venezuela.

Dalam 2 hari terakhir, terdapat tidak kurang dari 123.000 orang warga sipi; Venezuela yang masuk ke Kolombia.

Sebagian besar dari mereka bahkan menghabiskan 10 jam mengendarai mobil sepanjang malam agar bisa tiba di perbatasan.

Agence-France Presse dan Houston Chronicle melaporkan, 2 jembatan penghubung perbatasan dengan Kolombia pagi itu mulai dibuka kembali, dan warga Venezuela diijinkan masuk dan keluar hanya dengan menunjukkan identitas diri.

Tentara Sipil Venezuela, otoritas polisi Venezuela dan Kolombia, staf konsulat dikerahkan untuk membantu pengendalian masssa yang datang di perbatasan. Menurut perkiraan pejabat Kolombia  bahwa sudah ada 35,000 orang warga sipil Venezuela yang sudah masuk Kolombia pada Sabtu (16/7/2016), dan yang masuk pada  Minggu (17/7/2016) sekitar 88.000 orang. Total sekitar 123.000 orang warga datang untuk berbelanja makanan dan obat-obatan.

Pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro kemarin memutuskan untuk membuka kembali perbatasan 1 hari lebih awal dari rencana sebelumnya.

Ini merupakan usaha pemerintah Venezuela untuk yang ke 2 kalinya membuka perbatasan pada akhir pekan selama kurang dari 6 jam. Untuk itu, sejumlah warga sipil Venequela terpaksa menunggu di kota kecil San Antonio del Tachira untuk mengejar kesempatan masuk kota Cucuta. Meskipun mereka harus menempuh perjalanan darat sampai belasan jam menuju ke sana.

Seorang pedagang bahan-bahan bangunan di kota San Cristobal bernama Alejandro Chacon mengatakan, “Memang adegan ini termasuk janggal, tetapi kita tahu bahwa barang yang dibutuhkan itu baru bisa diperoleh di Kolombia, Jadi biarlah kejanggalan itu bila masih terus berlangsung.”

Pemerintah Venezuela untuk memerangi penyelundupan, telah memutuskan untuk menutup seluruh saluran yang terdapat pada perbatasan dengan Kolombia yang panjangnya mencapai 2,219 km pada tahun lalu. (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular