JAKARTA – Survei yang digelar oleh Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih sebagai calon gubernur terkuat jika ikut menjadi peserta Pilkada.

Hal demikian disampaikan oleh peneliti SMRC, Sirajudin Abbas dalam jumpa pers pemaparan hasil survei SMRC di Kantor SMRC, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016). Survei digelar dengan tema Pemilih DKI dan Kinerja Patahana dalam temuan survei pada 24-29 Juni 2016.

Meski demikian, mayoritas masarakat Jakarta belum menyebutkan pilihannya hingga mencapai 54,4% jika pilkada dilaksanakan. Dalam survei disebut bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat elektabilitas terbanyak 36,6%, cukup jauh di atas Yusril Ihza Mahendra 2,8%, Sandiaga Uno 2,1%.

Sedangkan calon berada kisaran 1% yaki Joko Widodo, Biem Triani Benjamin, Nachrowi Ramli, Rieke Diah Pitaloka, Ahmad Dhani, Djarot Syaiful Hidayat, Ganjar Pranowo, Yusuf Mansur, Abraham Lunggana (Lulung), Ridwan Kamil, Sjafrie Sjamsoeddin, Tri Rismaharini, Adhyaksa Dault.

Kemudian dilakukan simulasi ketika diikuti sebanyak 22 calon, maka Basuki tetap memperoleh suara terbanyak yakni 53,4 persen, selanjutnya Yusril Ihza Mahendra sebanyak 10,4 persen, Tri Rismaharini sebanyak 5,7 persen, dan Sandiaga Uno sebesar 5,1 persen.

Saat dilaksanakan simulasi dengan diikuti oleh lima kandiat maka porsentase pemilih Ahok masih berada 54,5 persen, Yusril 17,2 persen, Tri Rismaharini 10,9 persen, Sandiago Uno 5,3 persen dan Sjafri Syamsoeddin 2,2 persen.. Simulasi lainnya jika diikuti oleh tiga kandidat maka Ahok memperoleh 55,2 persen, Yusril Ihza Mahendra 21.0 persen dan Tri Rismaharini 13.2 persen.

Lalu alasan utama adalah calon Gubernur sudah ada bukti nyata hasil kerjanya 38.0 persen  dan orangnya tegas/berwibawa 15,0 persen merupakan alasan paling banyak untuk memberikan elektabilitas. Sedangkan alasan orang bersih/jujur dari praktek KKN hanya berkisar 5,5 persen, Muslim/Seiman hanya 1,9 persen, Putra daerah DKI Jakarta 1.4 persen dan tokoh Parpol 0,7 persen.

Adapun secara perorangan maka sosok Ahok dipilih dengan alasan sudah ada bukti nyata sebanyak 57,4 persen dan orangnya tegas/berwibawa 19,5 persen, jujur/bersih dari KKN 5,8 persen. Sedangkan sosok Yusril Ihza Mahendra dipilih sebagai sosok berpengalaman di pemerintahan 22,9 persen dan sosok pintar dan berpendidikan 17,2 persen.

Kandidat lainnya yakni Tri Rismaharini dipilih karena sudah ada bukti nyata sebanyak 45,4 persen, jujur dan bersih dari KKN 12,7 persen. Sosok Sandiago Uno dipilih karena jujur/bersih KKN sebanyak 19,8 persen dan pintar/berpendidikan 17,6 perse serta sosok Yusuf Mansur sebanyak 79,7 persen menyebut belum mengetahui nama calon.

Survei SMRC mengikutkan warga negara Indonesia di Prov. DKI Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum pada Februai 2017. Mereka adalah yang sudah berumur 16 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dalam survei ini jumlah sampel acak sebanyak 820 orang, dipilih dengan metode multistage random sampling.  RT di tingkat Kab/Kota dipilih dengan jumlah proporsional. Namun, respond rate lebih rendah, 646 responden (78.8%), dan ini yang dianalisis. Toleransi kesalahan (margin of error) diperkirakan sebesar ±3,9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sedangkan responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Adapun quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). (asr)

Share

Video Popular