- Erabaru - http://m.erabaru.net -

AS-Tiongkok Beda Pendapat Soal Penanganan Gejolak Moneter

Pertemuan Menteri Keuangan G 20 digelar di kota Chendu, Tiongkok pada 23 – 24 Juli 2016. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menjelang pertemuan tersebut menghimbau pimpinan lembaga keuangan dunia untuk bersama-sama menangani gejolak keuangan global, namun Menteri Keuangan AS Jacob Joseph Lew memberikan pandangan yang berbeda.

Brexit bisa memperburuk situasi moneter dunia. Karena itu pejabat dari keenam lembaga keuangan dunia yakni Organisasi Perdagangan Dunia, Organisasi Buruh Internasional, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Dewan Stabilitas Moneter, Bank Dunia dan IMF ikut menghadiri pertemuan yang diadakan di Chengdu pada akhir pekan ini.  Li Keqiang menghimbau peningkatan kerjasama antara negara dan lembaga keuangan.

“Pundak kami tak akan mampu memerima seluruh beban yang diberikan,” kata Li Keqiang.

Menteri Keuangan AS Jacob Joseph ‘Jack’ Lew tampaknya tidak memandang isu krisis keuangan seserius yang diungkapkan Li Keqiang. Komentarnya secara langsung atau tidak telah mengendurkan semangat aksi bersama.

“Saya berpikir saat ini kita belum perlu sampai melaksanakan tindakan terkoordinasi semacam ini, seperti pada 2008 dan 2009 saat depresi lebih hebat. Tetapi memang sekarang ini situasi yang benar adalah kita semua perlu melakukan yang terbaik untuk memastikan adanya pertumbuhan ekonomi pada kawasan yang tadinya lemah. Mengupayakan agar prospek ekonomi jangka menengah dan panjang agar membaik,” kata Jack Lew  seperti dilaporkan The Associated Press.

Li Keqiang seperti dilaporkan Reuters menyatakan bahwa Beijing akan memperkuat pengawasan terhadap sektor perbankan bayangan termasuk bisnis keuangan pemerintah daerah.

“Kami akan menjaga stabilitas nilai tukar pada tingkat ekuilibrium, dan kami pun tidak akan terlibat dalam perang dagang atau mata uang,” katanya. (sinatra/rmat)