Para peneliti telah menciptakan sebuah layar ultra fleksibel yang sesuai dengan permukaan kulit Anda. Layar transparan seperti kulit ini dapat melekat di kain dan permukaan  tidak datar lainnya tanpa menjadi rusak, mengatasi hambatan teknologi sebelumnya dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Terobosan ini satu saat dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan perangkat wearable tersebut dengan penambahan nyata.

Menurut para ahli, upaya sebelumnya telah berusaha untuk menggunakan elektronik berbasis anorganik, namun bahan-bahan tersebut memiliki keterbatasan mendasar untuk proses dengan suhu tinggi.

Namun, tim dari Korea Advanced Institute of Science and Technology menggunakan metode yang dikenal sebagai laser anorganik, inorganic-based laser lift-off (ILLO). Hal ini memungkinkan mereka untuk bekerja di sekitar masalah ketidakstabilan termal.

“Layar transparan yang fleksibel adalah kandidat yang menjanjikan untuk visual berkomunikasi satu sama lain di Internet masa depan,” kata penulis dalam makalahnya, yang diterbitkan bulan ini pada “Advanced Functional Materials”.

layar super tipis
Para peneliti telah menciptakan sebuah layar ultra fleksibel yang sesuai dengan permukaan kulit Anda. Layar transparan seperti kulit dapat menempel pada kain dan permukaan tidak datar lainnya tanpa menjadi rusak, mengatasi hambatan teknologi sebelumnya dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Thin-film transistors (TFTs), transistor film tipis dari oksida fleksibel, telah menarik perhatian sebagai komponen untuk tampilan transparan dengan kinerja tinggi dan transparansi yang tinggi.

Isu kritis TFTs oksida fleksibel untuk aplikasi display praktis, bagaimanapun, adalah realisasi pada substrat transparan dan fleksibel tanpa kerusakan dan degradasi karakteristik.

Untuk membuat tampilan ultrathin, para ahli membangun TFT oksida dengan kinerja tinggi di atas ‘korban’ substrat laser reaktif. Substrat tersebut diiradiasi dari sisi belakang, yang memungkinkan TFTs oksida untuk dipisahkan dari substrat, dan kemudian dipindahkan ke plastik ultrathin.

Metode ini memungkinkan para peneliti untuk mengembangkan TFTs oksida ultrathin dengan tingkat transparansi optik 83 persen. Layar tersebut kemudian dilekatkan pada permukaan kulit manusia, yang menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan fungsionalnya.

Menurut para peneliti, itu terbukti memiliki tingkat mobilitas tinggi, dan bertahan hidup dalam beberapa siklus tes lentur yang sangat parah.

Upaya sebelumnya pada jenis layar ini menemukan banyak tantangan, sehingga transparansi sangat kurang dan kinerja listrik yang rendah. Nnamun, para peneliti mengatakan penggunaan metode ILLO telah menyediakan cara untuk mengatasi hambatan tersebut. Cara ini bisa untuk membuat perangkat wearable yang lebih fleksibel dan memiliki transparansi yang lebih besar.

“Dengan menggunakan proses ILLO kami, hambatan teknologi untuk layar fleksibel dengan kinerja tinggi dan transparan telah diatasi dengan biaya yang relatif rendah dengan menghilangkan substrat Polimida mahal. Selain itu, semikonduktor oksida berkualitas tinggi dapat dengan mudah mentransfer seperti ke kulit atau substrat fleksibel untuk aplikasi wearable,” kata Profesor Keon Jae Lee dari Department of Materials Science and Engineering. (ran)

Share

Video Popular