Rumor tentang terjadinya selisih paham antara Presiden Xi Jinping dengan Perdana Menteri Li Keqiang kembali muncul ke permukaan. Media Inggris ‘Financial Times’ memberitakan bahwa Xi Jinping dilaporkan kembali meraih kemenangan karena berhasil memperkecil ruang gerak politik IPKT (Ikatan Pemuda Komunis Tiongkok), organisasi pemuda komunis yang memupuk karir politik dan membesarkan Li Keqiang.

Berita menyebutkan, anggaran belanjan organisasi Ikatan Pemuda Komunis Tiongkok Mei 2016 telah dikurangi dari RMB 624 juta pada periode yang sama tahun lalu menjadi RMB 306 juta, selain itu IPKT juga dihadapkan pada ancaman pengurangan sejumlah besar tenaga kerja mereka yang berada di tingkat pusat dan propinsi.

IPKT sejak era 80-an sudah menjadi kubu pendukung birokrat Partai Komunis Tiongkok/ PKT yang memeluk politik liberal. Karena itu organisasi memperoleh nama harum dan mendapat tempat di kalangan pemerintah dan birokrasi PKT. Banyak pejabat PKT yang ‘lahir’ dari IPKT pernah diusung oleh mantan Ketua PKT Hu Jintao yang mengusulkan reformasi kebijakan dilakukan Tiongkok.

Kekuasaan IPKT mencapai puncaknya pada periode kepemimpinan Hu Jintao. Li Keqiang yang dianggap kandidat pilihan Hu Jintao juga memulai karir politik dari wadah tersebut. Pada 1993 -1998, Li Keqiang pernah menjadi penanggung jawab IPKT di tingkat pusat. Pada saat itu, ia menjadi figur yang mewakili kelompok politik PKT.

Rumor tentang kurang akurnya antara Xi Jinping dengan Li Keqiang tidak tampak berhenti pada beberapa tahun terakhir. Sumber di Beijing mengabarkan bahwa rumor konflik kedua orang tersebut kian meruncing, dan itu berpengaruh langsung pada pertumbuhan ekonomi. Bidang ekonomi memang merupakan bagian dari tanggung jawab dari Dewan Negara di mana ketuanya adalah Perdana Menteri Li Keqiang.

Berita menyebutkan bahwa Xi Jinping mampu mengurangi ruang gerak politik IPKT ini juga merupakan suatu bentuk kemenangan lain yang diraihnya dalam usaha untuk mengkonsolidasikan kekuatannya selama 3 tahun ia menjadi pemimpin Tiongkok.

Media Hongkong ‘Mingbao’ telah mengungkapkan, IPKT sebenarnya sejak 2014 sudah terus mendapat tekanan dari kekuatan dalam dan luar PKT yang meminta mereka untuk ‘mengkoreksi diri’. Komite Sentral Komisi Pengawasan Kedisiplinan Anggota PKT saat melakukan kunjungan tugas ke IPKT pada Februari tahun ini mengkritik 4 masalah sikap serius pejabat tingkat pusat yang cenderung menganut kewenangan, administrasi, aristokrasi dan pengenduran keseriusan dalam menangani kesulitan.

Sementara itu, dalam pertemuan internal PKT pada Juli tahun lalu, Presiden Xi Jinping juga mengkritik IPKT, mengatakan bahwa IPKT dalam kondisi “lumpuh dari leher ke bawah.” (Central News Agency/sinatra/rmat)

Share

Video Popular