JAKARTA – Koordinator KontraS Haris Azhar menyatakan “Cerita Busuk Seorang Bandit” yang mengungkapkan tentang keterlibatan TNI, Polri dan BNN berkaitan dengan testimoni Fredy Budiman tak bermaksud untuk mencemarkan sejumlah nama institusi aparat hukum atas keterlibatan bisnis narkoba.

“Cerita Busuk Seorang Bandit tak ditujukan dan dimaksudkan untuk mencemarkan nama baik institusi negara dalam hal ini, Kepolisian RI, Badan Narkotika Nasional RI, dan Juga Tentara Nasional RI,” ujar Haris Azhar dalam pesan tertulisnya, Jumat (5/8/2016).

Cerita tersebut, kata Haris, sebagai upaya untuk memberikan informasi awal. Bahkan testimoni ini diupayakan untuk dapat didengar dan diterima Presiden RI terlebih dahulu sebelumnya  disampaikan kepada publik, agar dapat diambil langkah – langkah yang tepat dan cepat. Namun harapan tersebut tidak mendapatkan respon yang memadai. Oleh karenanya, kata Haris, dirinya lebih memilih untuk mengugah melalui media sosial.

Menurut Haris, pada sisi lain, institusi-institusi tersebut adalah institusi publik, dan oleh karenanya masyarakat dan setiap warga negara boleh bahkan harus berkontribusi dalam pengawasan dan pemajuan kerja institusi tersebut. Termasuk memiliki kebebasan untuk mengutarakan kesalahan pelaksana atau kebijakan dari institusi tersebut. Bahkan wajib turut serta dalam mengupayakan perbaikannya.

Haris menegaskan dirinya memiliki harapan besar, bahwa informasi mengenai keterangan Freddy Budiman, ditempatkan dan ditanggapi secara proporsional dan profesional, dengan mengedepankan kepentingan umum dan tujuan tujuan luhur negara, termasuk tujuan bersama untuk memerangi darurat kejahatan narkotika.

Tak hanya itu, Haris menyatakan percaya bahwa masyarakat luas sangat haus menanti wajah negara yang bersih, terbuka dan siap membela kepentingan umum, dalam hal ini kepentingan dalam memerangi darurat kejahatan narkotika. Bukan wajah negara yang alergi terhadap informasi dan dorongan serta pastisipasi rakyat dalam mendukung  perbaikan dan penguatan kerja institusi negara seperti Polri, BNN dan TNI.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyampaikan apresiasi sedalam – dalamnya kepada masyarakat luas yang telah memberi dukungan kepada KontraS untuk bersama – sama  mendorong negara mengambil langkah – langkah tepat dan konstrukstif dalam memerangi darurat kejahatan narkotika. (asr)

Share

Video Popular