JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) memperdalam pengakuan Fredy Budiman kepada Koordinator KontraS Haris Azhar atas keterlibatan oknum aparat terkait bisnis narkoba. Fredy Budiman sudah dieksekusi mati atas kasus kejahatan narkoba beberapa waktu lalu.

Tim internal BNN akan memanggil sejumlah nama-nama yang disebut dalam cerita Fredy Budiman kepada Haris Azhar. Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Nusakambangan, Liberty Sitinjak adalah orang yang dipanggil ke Kantor BNN, Senin (8/8/2016).

Menurut keterangan yang dipublikasi ke publik oleh Humas BNN, L.Sitinjak mendatangi BNN sesuai dengan perintah Menteri Hukum dan HAM, untuk bertemu dengan Inspektur Utama BNN dalam rangka memberi keterangan terkait pemberitaan tentang pengakuan Freddy Budiman. Keterangan Liberty atas cerita Fredy yang menyebut bahwa Sitinjak diminta oleh oknum BNN untuk mencopot kamera pengawas yang berada di sel Freddy Budiman.

Saat bertemu tim internal BNN, L. Sitinjak menyatakan bahwa :

  1. Bahwa benar ada oknum BNN yang datang ke Lapas Nusakambangan pada saat hari libur nasional (Kenaikan Isa Almasih) sehingga Kalapas tidak berada di kantor, kemudian Kalapas dihubungi oleh petugas jaga bahwa telah datang oknum BNN.
  2. Disampaikan oleh Kalapas kepada petugas jaga bahwa sepanjang dalam koridor melaksanakan tupoksinya akan dilayani.
  3. Siapa yang datang tersebut, “Saya sudah lupa, karena itu terjadi tahun 2014, silakan dicek di buku tamu yang tersedia di Lapas Nusakambangan karena di sana tercatat siapa nama yang datang, akan bertemu dengan siapa, dan apa keperluannya”, kata Sitinjak.
  4. Terkait dengan permintaan melepas kamera pengawas, secara tegas dikatakan Sitinjak tidak ada, namun hanya mempermasalahkan mengapa memasang alat tersebut tanpa koordinasi terlebih dahulu. Namun, hal ini tidak ditanggapi oleh Sitinjak.
  5. Terkait pertemuan Harris Azhar dengan Freddy Budiman, Sitinjak menyatakan bahwa pertemuan tersebut bukan pertemuan khusus. Pada saat itu, Harris berencana akan bertemu dengan Napi lain, namun tidak sengaja bertemu Freddy Budiman yang saat itu tengah mengikuti program penyegaran/relaksasi di luar sel. Saat itulahh Harris dan Freddy berbincang.
  6. Menurut Sitinjak, dalam percakapan tersebut, Freddy tidak menyebutkan nama-nama yang diberikan uang olehnya dalam bisnis Narkoba yang dilakukannya.

Atas curhat yang disampaikan Fredy Budiman, BNN selanjutnya akan memanggil Koordinator Kontras Haris Azhar. Tak hanya BNN, Mabes Polri juga sudah membentuk tim investigasi untuk mengusut kebenaran pengakuan Fredy. Tim yang dibentuk polri terdiri dari pihak internal yakni Irwasum dan eksternal dari Kompolnas, Efendi Ghazali dan Hendardi. (asr)

 

Share

Video Popular