Oleh Qin Yufei

Setelah sebuah pesawat penumpang Korut Air Koryo mendarat darurat di kota Shenyang bulan lalu, pemerintah Tiongkok mengancam akan membatasi operasi penerbangan dan mendesak perusahaan penerbangan itu untuk meningkatkan pelatihan dan kinerja pemeliharaan pesawat..

Pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat itu adalah pesawat Rusia Tupolev-204 pada 22 Juli 2016 sedang dalam perjalanan dari Pyongyang menuju Beijing. Tetapi karena kabin berasap sehingga terpaksa mendarat darurat di kota Shenyang. Pesawat akhirnya dapat mendarat dengan selamat dan tidak ada korban.

Otoritas Penerbangan Sipil Tiongkok dalam laporan investigasi yang dikeluarkan pada 17 Agustus menyebutkan, investigasi menemukan bahwa asap itu berasal dari speaker yang dipasang di bawah rak bagasi bangku penumpang sisi kanan antara nomor 20 hingga 27.

Wall Street Journal melaporkan, otoritas penerbangan sipil Tiongkok mengklasifikasikan kejadian ini sebagai kecelakaan serius yang perlu diberikan sanksi, termasuk pemotongan angka dan pembatasan penerbangan Air Koryo di Tiongkok.

Otoritas penerbangan sipil Tiongkok memberikan sanksi berupa pemotongan 4 angka. Ini berarti bahwa perusahaan Air Koryo akan dikenakan larangan untuk menambah jalur penerbangan baru di Tiongkok.

Reuters mengutip laporan otoritas penerbangan sipil memberitakan bahwa mereka telah menemukan 3 masalah yang menyangkut perusahaan dan pesawat yang perlu segera diatasi.

Otoritas Penerbangan Sipil menyebutkan, perusahaan Air Koryo perlu memperbaiki sistem pelatihan kepada awak pesawat yang menyangkut cara dalam menangani insiden-insiden kecil sejenis dan bagaimana berkomunikasi dengan stasiun pengontrol lalu lintas udara. Termasuk juga dalam perawatan pesawat.

Air Koryo juga perlu memperbaiki SOP sehingga awak juga mampu dalam menangani ban pecah, mesin berapi, dekompresi darurat dan sistem pelatihan untuk mencegah pesawat bertabrakan (TCAS).

Kebanyakan penerbangan internasional dari pesawat Air Koryo adalah penerbangan yang menuju Tiongkok, meskipun perusahaan juga melayani penerbangan menuju timur jauh Rusia.

Wall Street Journal mengutip ucapan dari petugas pencatat masalah keamanan penerbangan dari Air Koryo melaporkan bahwa catatan dalam hal ini memang dirasakan kurang transparan. Namun dengan sanksi yang diberikan oleh otoritas Tiongkok kepada perusahaan penerbangan Korut itu akan lebih memperpuruk reputasi Air Koryo.

Hal yang diketahui oleh dunia luar adalah kecelakaan pesawat Air Koryo yang terjadi di Guinea, Afrika pada 1983 yang menyebabkan 23 orang tewas.

Pada 2006, Uni Eropa melarang Air Koryo mmenerbangi udara Eropa dengan alasan pesawat terlalu tua dan faktor keselamatan yang buruk. Tetapi larangan itu dilonggarkan pada tahun 2010, di mana Uni Eropa dapat mengijinkan Air Koryo beroperasi di Eropa dengan menggunakan pesawat penumpang jenis Tupolev (TU-204).

Skytrax, sebuah perusahaan konsultan yang melakukan riset terhadap perusahaan penerbangan kemudian memberikan rating, telah menempatkan perusahaan Air Koryo sebagai satu-satunya perusahaan penerbangan di dunia yang berbintang satu (rating terendah). (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular