SAMARINDA – “KAPSUL WAKTU FCTC” yang disebut sebagai simbol komitmen 20 Pembaharu Muda dari 17 kota di Indonesia untuk melakukan aksi mendukung Indonesia aksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) – traktat internasional untuk pengendalian global epidemi tembakau- tiba di kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 13 Agustus 2016.

Kegiatan ini diserahterimakan dari Ni Luh Sri Pratiwi, Pembaharu Muda kota Tabanan Bali kepada E. Azizannury Mahfud, Pembaharu Muda kota Samarinda yang juga aktivis Youth Center (YC) Cipta Ceria Etam PKBI Kalimantan Timur (Kaltim).

Tibanya Kapsul Waktu FCTC di Samarinda disambut oleh Ziza, panggilan akrab Azizannury, dan pegiat YC Cipta Ceria Etam PKBI Kaltim. Menurut Ziza, FCTC sangat penting untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif rokok, dan mencegah bertambahnya perokok pemula di kota Samarinda.

Bersandar pada data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Ziza menyebutkan data tersebut menunjukkan terdapat 20,5 persen remaja Indonesia usia 13 hingga 15 tahun yang merokok. “Data ini sangat mengkhawatirkan,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman ini.

“Bila pemerintah mengaksesi FCTC, maka pemerintah berkomitmen membuat aturan yang lebih ketat untuk melindungi anak-anak dan remaja dari dampak rokok. Diantaranya, melarang segala bentuk iklan dan promosi rokok, dan membatasi akses anak terhadap rokok,” paparnya.

Kota Samarinda menjadi kota ke-11 yang dilewati Kapsul waku FCTC, setelah Bogor, Pandeglang, Jambi, Mentawai, Sawahlunto, Padang, Medan, Makassar, Mataram, dan Tabanan Bali.

Pada kesempatan itu tim juga melakukan edukasi antara lain dilakukan di SMK Negeri 1 Samarinda, SDN 010 Tenggarong, SMPN 5 Tanah Grogot dan SMPN 2 Tanah Grogot, serta di Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Samarinda dan Fakultas Bahasa Universitas Mulawarman. Khusus di wilayah Tanah Grogot, Ziza dibantu oleh Gading Fajar Ramadhan, relawan yang juga aktivis Forum Anak di Tanah Grogot.  Setelah kota Samarinda, ekspedisi KAPSUL WAKTU FCTC akan berlanjut ke kota Jember, Jawa Timur. (asr)

Share

Video Popular