Oleh: Sima Tai

Pada 18 Agustus 2016 lalu konferensi akbar Asosiasi Transplantasi Organ Internasional (TTS)  digelar di Hongkong. Situs penyambung lidah Partai Komunis Tiongkok/PKT “people.cn” merilis sebuah artikel yang menyangkal perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong. Judul artikel itu pun menjauh dari bukti, dan digadang sebagai bantahan oleh “para pakar transplantasi internasional” terhadap “rumor yang beredar”. Berikut tulisan lanjutannya.

*

Dalam kutipan pernyataan AS tersebut, PKT sengaja menghilangkan potongan kaliman terakhir dalam laporan tersebut, yakni “AS tetap terus menyoroti masalah penindasan PKT terhadap praktisi Falun Gong dan pemberitaan terkait perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong. Dalam dialog antara AS dengan RRT serta laporan HAM tahunan berbagai negara juga terus mengemukakan kedua masalah ini.”

Jelas bahwa pemerintah AS merasa bahwa tidak ditemukannya barang bukti di lokasi kejadian, tidak berarti “perampasan organ hidup-hidup” tidak pernah eksis. Mengenai eksis atau tidaknya, mereka pun masih menunggu munculnya seorang Sherlock Holmes.

Dalam laporan HAM pemerintah AS pada 2011 juga disebutkan tentang “perampasan organ hidup-hidup” itu, korban yang khusus diutarakan adalah praktisi Falun Gong. Dewan Kongres AS terdahulu sempat mengeluarkan “Resolusi nomor 281” pada 27 Juni 2013 lalu, yang menuntut agar PKT segera menghentikan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong. Resolusi nomor 281 tersebut mendapat persetujuan dari 245 orang anggota senat (atau mencapai 56% jumlah kursi Dewan Kongres).

Sedangkan pada Resolusi nomor 343 pada 2015 dianggap sebagai kelanjutan dari Resolusi nomor 281, dan pada Resolusi nomor 343 ini mendapat persetujuan dari 185 orang anggota senat. 13 Juni 2016, Dewan Kongres AS secara bulat meloloskan Resolusi nomor 343 ini, isinya menuntut agar PKT menghentikan perilaku “perampasan organ hidup-hidup” terhadap para praktisi Falun Gong dan tawanan hati nurani lain (dari kalangan Gereja Rumahan, Buddhis Tibet, Islam Uighur dan para disiden. Red.).

Itu barulah sikap pemerintah AS hari ini. Untuk apa PKT masih mengutip suatu pernyataan yang berada dalam kondisi masih “sulit untuk dipercaya” yang muncul 10 tahun lalu?

Komentar yang disebut “pakar transplantasi internasional” yang dikutip oleh people.cn termasuk pernyataan seorang anggota kongres Israel, yang membubuhkan tanda tangannya di atas surat permohonan kepada PBB agar melakukan investigasi atas kasus perampasan organ ini, Kedubes RRT di Israel memberikan tekanan sehingga anggota kongres tersebut terpaksa harus membuat pernyataan permintaan maaf. PKT menggunakan hal ini sebagai bukti untuk “menyangkal perampasan organ”, entah bagaimana menurut pembaca yang budiman.

Pertama, menuntut dilakukan investigasi atas sebuah tuduhan, apakah ini disebut keterlaluan? Kasus apa pun itu dan sebuah tuduhan, selalu berawal dari investigasi, tidak ada investigasi dari mana ada bukti?

Kedua, hanya mengandalkan tekanan politik, mengancam dan menyuap, ini adalah teknik yang sangat dikuasai oleh PKT, tapi ini justru semakin mengungkap rasa bersalah PKT. Faktanya, Israel sejak awal telah menempuh jalur hukum terhadap perampasan organ tubuh oleh PKT ini. April 2012, Israel telah menetapkan hukum mengenai cangkok organ tubuh, yang secara tuntas melarang semua bentuk “tour wisata cangkok organ” bagi warga Israel, melarang perusahaan asuransi untuk membayar biaya cangkok organ tubuh warga Israel di luar negeri. Dan pencetus hukum ini adalah Ketua Asosiasi Cangkok Organ Israel yakni Dokter Jacob Lavee, yang mengambil tindakan ini setelah mengetahui PKT telah merampas organ tubuh praktisi Falun Gong hidup-hidup. Dan dengan sendirinya people.cn sengaja menghindari mengungkit soal ini.

Jelas bahwa para penulis awal artikel fitnah dari people.cn juga telah dibodohi, mereka sama sekali tidak mampu membuktikan perampasan organ tubuh tidak terjadi, beranikah mereka bertanya kepada Jiang Zemin dan Zhou Yongkang (yang kala itu masih sangat berkuasa)? Berani bertanya pun apakah akan mendapat jawaban yang benar?

Orang-orang itu hanya karena membenci Falun Gong, seperti ilmuwan nyentrik He Zuoxiu yang kemudian menjadi antek yang dipekerjakan oleh Jiang Zemin dan Zhou Yongkang yang membenci Falun Gong dan memfitnah Falun Gong dengan membabi buta. Perampasan organ tubuh itu pun terjadi akibat timbulnya kebencian seperti ini, sampai mampu menopang pasar cangkok organ di Tiongkok.

Kepala klinik hepatobiliari dari People’s Hospital di Beijing University bernama Zhu Jiye saat diwawancara oleh tabloid mingguan “China Economic Weekly” keceplosan mengatakan, “Sebelum tahun 2010 di rumah sakit kami  pernah melakukan operasi cangkok liver dan ginjal sampai sebanyak 4000 kali dalam setahun”.

Rahasia yang terungkap tanpa sengaja oleh Zhu Jiye ini menunjukkan, frekuensi operasi cangkok organ di People’s Hospital Beijing University adalah 40 kali lipat dari angka yang dipublikasikan (sekitar 100 kali operasi). Apalagi People’s Hospital bukan termasuk “kelas kakap” dalam hal operasi cangkok organ, jika angka “40 kali lipat” ini diperhitungkan ke seantero negeri, maka angka yang terakumulasi akan sangat menakutkan. Ini adalah angka yang terkumpul dari nyawa manusia.

Sebuah rumah sakit melakukan 4000 kali operasi dalam setahun, sibukkah para dokternya? Sibuk setengah mati.

“Kalau kami tidak ada di rumah sakit, pasti ada di tempat pengambilan ginjal, jika tidak ada di tempat pengambilan ginjal, berarti kami ada di rumah sakit atau di perjalanan ke tempat pengambilan ginjal”.

Itulah potret kesibukan yang diceritakan oleh para anggota tim operasi cangkok organ dari Rumah Sakit Jilu di Shandong University. Di balik kesibukan mereka itu, adalah sumber pasokan organ tubuh yang sangat kaya. Sampai sekaya apa pasokan itu?

Seorang pasien sampai-sampai bisa menggunakan sebanyak 8 buah ginjal. Wakil kepala rumah sakit pusat Fuzhou di zona militer Nanjing bernama Tan Jianming menangani seorang pasien pria berusia 30 tahun, pada September 2003 mendapatkan 4 buah ginjal dalam tempo dua minggu di First People’s Hospital di Shanghai, karena tidak cocok, tidak bisa menjalankan operasi. Maret 2004, pasien tersebut pergi ke First People’s Hospital di Shanghai lagi, dan kembali mendapatkan 4 buah ginjal, akhirnya bisa dicocokkan, dalam tempo setengah tahun ia menghabiskan 8 buah ginjal!

Negara maju yang memiliki sistem pencocokan organ tubuh yang mumpuni, rata-rata membutuhkan periode tunggu organ antara 2 sampai 3 tahun. Sedangkan di RRT, di banyak rumah sakit hanya perlu menunggu satu dua minggu saja, bahkan kurang dari itu. Penderita gagal fungsi hati yang sudah akut harus segera melakukan operasi cangkok hati darurat, dan operasi harus dilakukan dalam waktu 48-72 jam. Pada laporan tahunan “Registrasi Cangkok Liver RRT (CLTR)” 2006, tercatat sebanyak 1150 kali operasi cangkok liver, atau sekitar 26.6% dari total keseluruhan. Operasi cangkok hati tercepat dilakukan hanya 4 jam setelah pasien masuk ke rumah sakit.

Dalam profil pengenalannya Rumah Sakit Ginjal Kunming memaparkan terang-terangan, bahwa mereka adalah “rumah sakit transplantasi organ yang menawarkan pendonor mencari pasien terdonor”. Inilah ciri khas yang paling mendasar dari pasar cangkok organ yang begitu menggila di RRT, adalah pendonor yang mencari terdonor, adalah “cangkok berdasarkan kebutuhan”.

Sudah terlalu amat banyak bukti, perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup-hidup adalah nyata eksis. Jika PKT ingin menyangkalnya, maka harus menjelaskan dari mana asal muasal organ tubuh yang begitu banyak beredar di pasar transplantasi organ ini. Jumlah napi terpidana mati yang terus menurun dari tahun ke tahun, sama sekali tidak mungkin bisa menopang pasar transplantasi organ sedemikian besar.

Setelah mengalami pergolakan psikologis “sulit untuk dipercaya” di masa sebelumnya, sekarang pemerintah negara Barat dan organisasi masyarakat telah mengakui atau mendukung tuduhan yang dilontarkan pada PKT.  AS, Kanada, Uni Eropa, Istrael, Australia, dan lain-lain telah meloloskan resolusi untuk menuntut PKT agar menghentikan perampasan organ tubuh, dan menuntut agar dilakukan investigasi terbuka.

Menilik kembali PKT dari yang dulunya pernah menyangkal menggunakan organ terpidana mati sampai kemudian mengakui memanfaatkan terpidana mati untuk melakukan cangkok organ, adalah suatu contoh yang sangat baik, menjelaskan bahwa PKT seringkali berbohong.

Huang Jiefu (ahli bedah, wakil kepala komite kesehatan pusat RRT dan mantan wakil menteri terakhir departemen kesehatan RRT) saat mengikuti Konferensi Transplantasi Organ di Hongkong, ketika ditanya soal perampasan organ tubuh hidup-hidup oleh wartawan, wajahnya yang tadinya cerah dan ceria seketika itu berubah drastis, raut wajahnya memperlihatkan rasa panik dan bungkam lalu buru-buru pergi. Apa yang ditakutinya?

Media penyambung lidah PKT suka mengutip perkataan orang lain untuk dipoles menjadi “rumor”, sebenarnya “rumor” itu sendiri di sebuah negara otoriter yang dipenuhi dengan kebohongan, kini justru telah memiliki makna lain tersendiri, yakni merupakan semacam “ramalan yang lebih dulu terungkap”. PKT sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan, fakta mengenai perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong, bahkan kekerasan yang lebih kejam lagi, pasti akan terungkap suatu hari nanti. (sud/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular