Oleh: Li Jing

Baru-baru ini, Korps Polisi Bersenjata Partai Komunis Tiongkok/PKT di Tianjin terlihat berpatroli di jalanan pusat kota Tianjin dengan membawa gada bergerigi dan lain-lain perlengkapan baru. Hal itu telah menuai kritikan di opini jaringan. Seorang netizen daratan Tiongkok menyatakan, “Sejak zaman dahulu kekuasan lalim tidak akan bertahan lama, membawa gada bergerigi berpatroli, sungguh telah berupaya keras dalam menghadapi rakyat sendiri.”

Polisi bersenjata membawa gada bergerigi berpatroli dikritik oleh netizen

Menurut laporan berita pemerintah xinhuanet, pada 17 Agustus 2016, Korps Polisi Bersenjata Tianjin detasemen III skuadron VI membawa gada bergerigi dan perlengkapan baru lainnya berpatoli di jalan Gu Wenhua Tiajin.

Laporan menyebutkan, para petugas tersebut baru-baru ini telah diperlengkapi dengan gada bergerigi, garpu baja dan berbagai jenis perlengkapan baru dalam bertugas.

Pihak pemerintah menyatakan untuk memperkuat pengontrolan terhadap aspek sosial dan berniat menerapkan “shock terapi”. Namun, ada media RRT yang menyindir, “dengan membawa gada bergerigi dengan panjang hampir dua meter dalam tangan, rasanya ada yang tidak beres.”

Polisi bersenjata PKT membawa gada berpatroli di pusat kota mendapatkan kritikan masyarakat. (internet)
Polisi bersenjata PKT membawa gada berpatroli di pusat kota mendapatkan kritikan masyarakat. (internet)

“Jika Anda pikir ini adalah senjata tajam polisi untuk menghadapi penjahat, maka saya hanya bisa tertawa. Ini serius,  Ini adalah senjata tajam yang dirancang khusus oleh pemerintah untuk rakyat Tiongkok dalam “Menjaga Stabilitas,” sindir seorang netizen dalam opini di internet pasca berita itu tersiar luas.

Polisi Bersenjata PKT pernah menjadi pasukan pribadi mantan gembong PKT Jiang Zemin. Ketika Jiang baru menjabat pada awal 1990-an, lantaran kekuasaan militer kala itu berada dalam tangan clan “Jendral Yang (Yang Shangkun dan Yang Baibing bersaudara)”, Jiang mau tidak mau beralih mengandalkan kekuasaannya pada Polisi Bersenjata. Untuk itu ia telah mencurahkan tenaga dan mengalokasikan dana yang sangat besar. Dengan demikian Polisi Bersenjata RRT sejak saat itu telah berkembang pesat. Kalangan luar memprediksi, total kekuatan militer pasukan Polisi Bersenjata Tiongkok pernah mencapai 1,5 juta personil, termasuk pasukan pengawal internal yang berjumlah lebih dari 800 ribu personil.

Polisi Bersenjata juga menjadi pasukan bersenjata utama Grup Jiang Zemin dalam menindas masyarakat. Setelah tahun 2000, terutama setelah Zhou Yongkang pejabat elit PKT dari faksi Jiang yang waktu itu menguasai Komite Politik dan Hukum Pusat PKT, insiden massa di berbagai tempat terus terjadi.

Zhou Yongkang demi menindas gerakan melindungi hak sipil yang terus meningkat dan menganiaya kelompok spiritual Falun Gong, biaya “pemeliharaan stabilitas” melonjak secara drastis, di tahun 2012 mencapai 701,8 miliar yuan (1.397 triliun rupiah), melebihi pengeluaran militer yang berjumlah 670.3 miliar yuan (1.335 triliun rupiah) dalam setahun.

Dalam buku “Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis” disebutkan bahwa rasa ketakutan yang abadi adalah ciri khas terbesar dalam sejarah PKT dan mempertahankan eksistensi menjadi kepentingan bawaan tertinggi dari Partai Komunis.

Kepentingan tertinggi berkelanjutan hidup seperti ini, dengan kekuatan kasar menopang watak hakiki ketakutan dalam kulit yang selalu berubah-ubah itu. Menggunakan kekerasan berulang-ulang adalah andalan utama Partai Komunis dalam mempertahankan kekuasaan pemerintahan. Tujuan dari kekerasan itu adalah menciptakan ketakutan. Di setiap kali gerakan pengganyangan, menjadi ajang pelatihan ketakutan dari Partai Komunis, agar rakyat takluk dengan bergemetaran dalam hati, sehingga menjadi budak dari ketakutan. (lin/whs/rmat)

Share

Video Popular