Oleh: Mo Li

Meski pun penggunaan kantong plastik untuk membungkus makanan itu bisa mengurangi pemborosan dan jauh lebih praktis, tetapi plastik sulit diurai, sehingga dapat menyebabkan polusi jangka panjang terhadap lingkungan.

Kini, Departemen Pertanian AS telah mengembangkan sejenis lapisan kemasan yang terbuat dari protein susu, tidak hanya dapat dimakan tetapi juga bisa diproses secara biodegradable (sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi). Hal ini bisa menjadi pengganti kantong plastik pada batas tertentu, dan sebagai alternatif dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dan menekan polusinya terhadap lingkungan.

Lapisan kemasan ini terbuat dari kasein dalam susu, dibandingkan dengan bahan plastik umumnya, lubang udara kemasan ini jauh lebih kecil. Kemampuannya dalam mengeluarkan oksigen diklaim 500 kali lebih baik dari kantong plastik, sehingga mampu menyimpan makanan dalam waktu yang lama, untuk mengurangi pemborosan makanan.

Selain itu, lapisan ini juga dapat dimakan atau diuraikan secara biologis. Anda bisa mengkonsumsinya sekaligus bersama dengan makanan, atau diuraikan secara alami olehnya setelah penggunaan. Tidak perlu khawatir akan menyebabkan beban pada tubuh atau lingkungan.

Menurut peneliti, cakupan penggunaan lapisan kemasan ini sangat luas. Kini mereka juga sedang mempelajari kemasan untuk makanan tunggal yang dapat dimakan. Sebagai contoh, cheese stick yang ada sekarang menggunakan banyak plastik untuk kemasan, kini mereka mencoba menggantinya dengan lapisan kemasan baru yang dapat dimakan.

Versi semprot bahan ini mungkin juga memiliki aplikasinya lebih lanjut. Misalnya, disemprotkan pada oatmeal, bisa membuat oatmeal dalam susu itu menjadi lebih renyah. Dan ini jelas merupakan alternatif yang relatif lebih sehat.

Namun, lapisan kemasan baru ini tetap harus dibungkus di bawah lapisan pelindung untuk mempertahankannya agar tetap kering dan higienis. Apalagi industri produk susu juga akan berdampak pada lingkungan, sehingga, lapisan kemasan ini mungkin tidak bisa sepenuhnya menggantikan kantong plastik, tetapi dapat menekan secara signifikan penggunaan kantong plastik.

Para peneliti kini terus meningkatkan bahan kemasan ini, mereka berencana bahan ini dapat dipasarkan dalam waktu tiga tahun mendatang. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular