Oleh Liang Kelin

Apple mungkin akan menghadapi salah satu masalah pajak terbesar perusahaan dan harus membayar denda yang mencapai miliar Euro. Laporan Financial Times menyebutkan bahwa Uni Eropa pada Selasa (30/8/2016) ini diperkirakan akan membuat keputusan resmi yang berkaitan dengan pajak yang harus dibayar perusahaan Apple.

Komisi Eropa sejak 2014 sudah mulai menyelidiki tarif pajak perusahaan Apple Irlandia. Menurut temuan dari pemeriksaan selama 3 tahun terakhir, Komisaris Eropa untuk Kompetisi sudah mengumumkan keputusan setebal 130 halaman tentang operasi Perusahaan Apple di Irlandia.

Putusan yang dikeluarkan Komisi Eropa itu adalah Perusahaan Apple telah menerima bantuan Irlandia yang didapat dari negara ilegal. Meski esensi sebenarnya adalah bahwa Apple telah mendapatkan keringanan pajak yang tidak adil.

Penyelidikan dari Komisaris Eropa di bidang perpajakan difokuskan pada bagaimana perusahaan Apple menggolongkan kekayaan intelektual mereka. Hal ini dianggap sebagai salah satu celah utama yang dimanfaatkan oleh Apple untuk memasukkan aset perusahaan ke negara yang memiliki tingkat pajak lebih rendah.

Menurut Financial Times bahwa, putusan denda pajak yang akan dikeluarkan Komisi Eropa bisa mencapai miliaran Euro. Ini mungkin menjadi denda terbesar yang pernah diputus oleh Komisi Eropa. Sebelumnya denda terbesar terhadap kelompok energi Prancis EDF pada 2015 adalah EUR 1,4 miliar.

Perusahaan Apple mungkin harus menyesuaikan kembali akuntansi Irlandia mereka dan mengeluarkan laporan laba rugi yang baru.

Departemen Keuangan AS pekan lalu memperingatkan Uni Eropa bahwa jika perusahaan dikenakan denda dalam jumlah besar, maka mereka akan menjadikannya sebagai ‘preseden kemalangan’. Sedangkan CEO Apple Tim Cook mengkritik sistem perpajakan internasional dan bersumpah akan mengajukan banding bila perusahaan tidak mendapatkan sidang yang adil dari Komisi Eropa.

Dalam penjelasannya kepada Washington Post, Tim Cook mengatakan, “Saya akan menjelaskan masalah pajak internasional perusahaan kami. Jumlah dana di Irlandia yang akan dikenakan pajak itu seharusnya menjadi tanggung jawab AS. Aturan pajak yang sekarang mengijinkan kita menyimpang uang itu di Irlandia atau dibawa kembali ke Amerika. Yang penting dan perlu diketahui semua orang adalah Uni Eropa menuduh Irlandia memberikan penawaran spesial kepada perusahaan kami. Dan tentunya hal ini dibantah oleh pemerintah Irlandia. Jadi yang menjadi dasar permasalahan sebenarnya adalah bukan isu berapa besar pajak yang harus dibayar oleh perusahaan Apple seperti yang ramai dipergunjingkan orang selama ini, tetapi yang diperdebatkan ialah siapa yang berhak menerima uang itu. Jadi, fokus tarik menarik kepentingan tak lain adalah soal pembagian keuntungan antar kedua negara”. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular