Oleh: Li Tianxiao

Mantan Wakil Menteri Kesehatan Partai Komunis Tiongkok/PKT Huang Jiefu bersama lebih 50 orang dokter RRT lainnya menghadiri Kongres ke-26 dari The Transplantation Society Congress/TTS ( Asosiasi Transplantasi Internasional). Xi Jinping tidak hanya tidak memberikan ucapan selamat, bahkan memilih untuk menggelar Rapat Kesehatan dan Sanitasi Nasional berskala tinggi di Beijing selama konferensi transplantasi organ tersebut berlangsung (19-20 Agustus 2016), yang sebenarnya bertujuan menghantam konferensi yang dihadiri Huang Jiefu.

Dari tampak luarnya saja, Xi menekankan kembali ke kesehatan dan kebugaran rakyat jelata, dan menyangkal orientasi evaluasi medis yang hanya sebatas teori dan riset ilmiah. Ini adalah pernyataan yang menyangkal konsep Huang Jiefu sebelumnya. Sebenarnya counter attack dari Xi Jinping ini memiliki makna lain yang lebih mendalam, yakni memanfaatkan kehadiran Huang Jiefu pada Konferensi Asosiasi Transplantasi Organ Internasional di Hongkong itu untuk menjauhkan diri dari kejahatan perampasan organ tubuh hidup-hidup. Lebih lanjut menyangkal serta memutus korelasi, sekaligus juga menyangkal kebijakan Jiang Zemin soal kesehatan.

Untuk memahami sikap Xi Jinping terhadap Huang Jiefu, terlebih dulu memperjelas maksud dan tujuan dari kunjungan Huang Jiefu ke Hongkong. Situasi di dunia internasional saat ini adalah masyarakat internasional secara terbuka mengecam dan mengutuk habis-habisan tindakan perampasan organ tubuh oleh PKT dan kecaman ini kian hari kian keras. Negara Barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, New Zealand dan lain-lain terus membuat resolusi menuntut agar PKT segera menghentikan perampasan organ hidup-hidup.

Aksi perampasan organ tubuh adalah salah satu kejahatan utama oleh kelompok Jiang Zemin terhadap praktisi Falun Gong. Setelah berkuasa Xi Jinping telah membersihkan sebagian besar antek-antek dari kubu Jiang Zemin lewat serangkaian aksi pemberantasan korupsi. Kini telah tiba saat krusial untuk menangkap dalang utama yakni Jiang Zemin. Sebelum dalang utama ditangkap, sistem penindasan Kantor 610 masih eksis, oleh karenanya penindasan masih terus berlangsung.

Tapi Xi Jinping telah menghantam telak kubu Jiang, para pelaku penindasan Falun Gong termasuk Huang Jiefu beserta dokter lainnya yang terlibat perampasan organ tubuh hidup-hidup sangat takut akan diadili. Huang Jiefu dan kawan-kawan menghadiri Konferensi Asosiasi Transplantasi Organ Internasional ada dua maksud, yakni: pertama, membersihkan dirinya atas keterlibatan dalam kejahatan perampasan organ tubuh, dan kedua, ikut menyeret Xi Jinping.

Hongkong memiliki status istimewa sebagai jendela internasional bagi RRT, juga merupakan tempat yang masih dikuasai oleh antek Jiang Zemin yang masih tersisa sedikit. Kepala Administratif Hongkong yang sekarang yakni Leung Chun-ying adalah pengikut setia Zeng Qinghong (orang ke dua di kubu Jiang) dan Zhang Dejiang (anggota Komite Politbiro Pusat PKT). Zeng Qinghong dan komplotannya selama ini telah menempatkan banyak sekali anggota intel, informan, serta organisasi terbuka maupun semi terbuka yang bernaung di bawah PKT.

Jangkauan Leung Chun-ying terutama adalah menguasai tempat-tempat konferensi, bahkan termasuk sejumlah petugas keamanan. Media massa lokal Hongkong juga dalam taraf tertentu dikuasai oleh PKT dan afiliasinya baik secara langsung maupun tidak langsung. Huang Jiefu dan kawan-kawan ingin memanfaatkan kelebihan Hongkong ini, terutama pada ajang akademis seperti konferensi transplantasi organ ini dan yang disebut “prestasi” dalam teknik transplantasi, untuk menutupi kejahatan yang telah dikecam masyarakat internasional ini.

Teknik cangkok organ dan teori akademisnya adalah dua hal yang berbeda namun masih ada kaitannya dengan sumber pasokan organ tubuh yang dicangkokkan.

Menurut prinsip moralitas dalam pencangkokan organ tubuh di dalam ilmu medis Barat, tujuan dasar dari cangkok organ tubuh adalah menyelamatkan nyawa manusia, lewat cara cangkok organ memperpanjang usia pasien, tapi sumber pasokan organ tubuh harus dengan sukarela, dan harus transparan.

Dengan kata lain, dengan alasan apa pun organ tubuh tidak bisa diambil paksa, atau membunuh seseorang untuk memperpanjang usia orang lain. Namun bukti silang menunjukkan bahwa, selama belasan tahun terakhir ini, Tiongkok di bawah pemerintahan PKT sama sekali tidak memiliki sistem pendonoran organ tubuh secara sukarela, juga tidak memiliki cukup banyak terpidana mati sebagai pendonor organ, padahal cangkok organ tubuh justru mengalami lonjakan spektakuler.

Di AS, negara yang memiliki kelompok pendonor organ mencapai 120 juta orang serta jaringan mumpuni, periode tunggu untuk cangkok liver adalah 2 tahun, cangkok ginjal adalah 3 tahun. Sedangkan di Tiongkok, periode tunggu rata-rata hanya 2 sampai 4 minggu bahkan lebih pendek. Ini membuktikan bahwa terdapat gudang organ tubuh hidup tersedia di Tiongkok, yang bisa sewaktu-waktu diambil dalam keadaan hidup-hidup kapan pun dibutuhkan.

Bukti dalam jumlah besar menunjukkan, kelompok Jiang Zemin dan kekuatan jahatnya telah memanfaatkan aparatur negara untuk dalam skala besar merampas organ tubuh para praktisi Falun Gong hidup-hidup, demi memperoleh keuntungan materi.

Prestasi dokter di Tiongkok di bidang transplantasi organ adalah didapat dari tindakan brutal dengan merampas organ tubuh praktisi Falun Gong, tapi ditutupi dengan cara mengemasnya dalam teknik akademis kedokteran. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

 

Share

Video Popular