Sebuah roket milik perusahaan dirgantara Space X meledak di landasan peluncuran Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Roket dan satelit pertama milik Facebook yang dijadwalkan diluncurkan pada Sabtu besok itu hancur.

NASA mengatakan ledakan terjadi pada Kamis pagi, ketika itu perusahaan dirgantara Space X sedang melakukan percobaan roket tanpa awak. Ini adalah peluncuran rutin, perusahaan dirgantara Space X berencana meluncurkan roket tersebut di Cape Canaveral Air Force Base pada Sabtu, demikian dilansir laman dari CNN, CBS dan ABC News.

Tidak ada yang cedera dalam ledakan tersebut. Hasi percobaan yang berlangsung kali ini tidak seperti biasanya, demikian pernyataan Space X. Ledakan itu terjadi pada pukul 7:09 menit waktu setempat ketika dalam proses pengisian bahan bakar.

Kepada ABC News, seorang insinyur di Kennedy Space Center mengatakan, ledakan terjadi ketika perusahaan SpaceX melakukan sedang melakukan tes menembakan roket yang dijadwalkan untuk mengambil satelit di ruang angkasa akhir pekan ini. Akibat dari ledakan tersebut telah mengguncangkan gedung-gedung yang berada beberapa mil dari tempat kejadian, dan dari tempat kejadian juga terlihat asap membubung membentuk awan seperti jamur.

Sementara itu seorang nara sumber mengatakan kepada CBS News, “Tampaknya…seluruh roket itu telah hancur.” Roket yang meledak itu adalah Falcon 9, yang dijadwalkan diluncurkan untuk membawa satelite Amos-6 pertama milik Facebook yang akan diorbitkan pada Sabtu esok, 3 September 2016.

Dari Foto di lapangan, tampak kepulan asap hitam raksasa membubung tinggi ke udara. Gedung-gedung yang berjarak beberapa mil jauhnya dari tempat ledakan mengalami goncangan hebat, ledakan beruntun itu berlangsung selama beberapa menit. Asap hitam menyelimuti segenap angkasa di pusat peluncuran tersebut.

Sementara itu, manajemen bencana dari Brevard County menggambarakan insinden tersebut sebagai “penghentian bencana” lebih lanjut, dan mengatakan bahwa peristiwa itu tidak akan membahayakan masyarakat.

Sementara itu, pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengatakan sangat kecewa atas insiden tersebut. Satelit yang hancur tersebut seharusnya bisa memberikan konektivitas di sepanjang benua Afrika.

“Saya sangat kecewa mendegar kegagalan peluncuran Space X, tapi, kita (facebook) akan terus mengupayakan koneksi internet di benua Afrika, dan tetap berkomitmen dengan misi menghubungkan semua orang,” pungkas Zuckerberg dalam sebuah pernyataannya di Afrika.

SpaceX, yang berkedudukan di California, sebelumnya sukses meluncurkan Falcon 9 bulan lalu. Kala itu dilakukan pengiriman satelit komunikasi milik Jepang. (Jhon/asr)

Share

Video Popular