Oleh: Chen Gang

Michael Tellinger, “Sebuah buku terlaris di dunia: Akitab, mengatakan kepada kita, bahwa mereka adalah manusia raksasa ketika para dewa ada di atas bumi. Ketika anda menyinggung hal ini di sela-sela obrolan santai anda, biasanya akan… Anda tahulah, suara tawa dan cekikikan dan menganggap Anda bercanda. Namun, dalam Alkitab banyak bahan referensi terkait manusia raksasa dalam sejarah kita.”

Hal yang dimaksud Tellinger disini mengacu pada Nephilim. Dalam Alkitab ditafsirkan sebagai manusia raksasa yang paling kuat di sekitar Kanaan, artinya “sosok orang gagah dan terkenal zaman dahulu”,  seperti yang dikutip dari Bilangan 13.33: “Kami melihat Nephilim (raksasa) di sana. Kami tampak seperti belalang di mata kami, dan di mata mereka, kita juga tampak sama seperti itu.”

Dalam Alkitab banyak bahan referensi terkait manusia raksasa dalam sejarah kita.

Tellinger adalah seorang penulis, ilmuwan dan penjelajah. Ia telah menjadi sesosok Indiana Jones dalam dunia nyata, dan terkait peradaban kuno yang maju tampaknya telah lenyap dari muka bumi, kini ia telah menemukan beberapa temuan yang inovatif. Penelitiannya difokuskan di Afrika Selatan, dan usahanya telah menghasilkan beberapa bukti yang sangat menarik, yang dapat membuat Anda merenungkan kembali asal-usul manusia, dan hal-hal yang dikatakan dalam buku sejarah kita.

Namun, kisah tentang manusia raksasa dalam Alkitab itu tidak dapat digunakan sebagai bukti dari manusia raksasa itu sendiri, tapi menariknya, cerita ini muncul dalam banyak karya tulisan dalam proses sejarah umat manusia. Bahkan Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat yang ke-16)  jelas-jelas percaya dengan keberadaan mereka (manusia raksasa), misalnya pernyataannya di Niagara Falls pada 1848, itu dianggap sebagai isyarat, “Mata spesies raksasa yang telah punah, yang tulang belulangnya memenuhi gundukan tanah di Amerika, menatap pada Niagara, seperti yang kita lakukan sekarang.”

Banyaknya contoh dari bukti yang substansial telah mendukung hipotesis bahwa manusia raksasa pernah melanglangbuana di atas bumi. Salah satu contohnya adalah ditemukannya sebagian tulang paha atas dan hip joint (sambungan tulang yang terletak diantara pinggul dan pangkal tulang paha atas) sang manusia raksasa, yang mencapai 12 kaki atau 3.5 meter tingginya apabila berdiri.

Sejak ditemukan oleh pekerja tambang di Namibia Utara pada 1960, tulang ini kemudian disimpan di University of the Witwatersrand/WITS, Johannesburg, Afrika Selatan. Ia (tulang manusia raksasa) adalah salah satu spesimen yang paling berharga dan langka saat ini, karena secara jelas menunjukkan keberadaan manusia raksasa di Afrika Selatan telah lebih dari 40.000 tahun lamanya.

Satu lagi temuan serupa tergali pada 1883, Institusi Smithsonian (Pemerintah AS/ organisasi yang dipimpin militer) kala itu, mengirim tim arkeolog ke gundukan South Charleston.  Laporan penggalian menyebutkan bahwa tim peneliti menemukan tulang berukuran besar, dengan tinggi rata-rata 7 – 9 kaki, mereka mengenakan perhiasan gelang tembaga yang berat di setiap pergelangan tangan, dan barang-barang budaya atau barang-barang religius.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan, di antara manusia raksasa ini memiliki tengkorak dari jenis terkompresi (Flat Head). Kerangka menunjukkan karakteristik “kepala kerucut” mirip dengan yang ditemukan di benua Amerika Selatan dan Mesir.

Gundukan South Charleston.  (Internet)
Dalam Alkitab banyak bahan referensi terkait manusia raksasa dalam sejarah kita. (interent)

Selain kerangka manusia yang ditemukan di New York, juga ditemukan patung pria seperti yang digipsum setinggi 11 kaki di sebuah lahan pertanian di Cardiff, Raksasa Cardiff ini kemudian jadi berita besar, dan sebelum dinyatakan sebagai hoak di media-media lokal New York, tempat itu banyak dikunjungi warga Amerika Serikat, mereka rela membayar 25 sen untuk menyaksikan manusia raksasa tersebut. Meskipun fakta bersumber dari Harvard University dan sarjana dari universitas lain yang bersikeras mengatakan bahwa patung itu asli.

Manusia raksasa (patung) The Cardiff Raksasa. (Internet)
Gundukan South Charleston. (Internet)

Sehubungan dengan itu, silakan membaca artikel ini: “The Ancient Giants Who Ruled America.”

Mungkin hanya teori ini yang kredibel terkait keberadaan berbagai struktur raksasa di bumi. Misalnya di lembah  Khafre di Mesir, yang terletak di sebuah candi, struktur intinya dibangun di atas batu-batu kapur yang maha besar, masing-masing ukuran batu sekitar 18 kaki panjangnya, dikali tinggi 10 kaki dan  8 kaki.

Beberapa diantaranya bahkan 30 kaki panjangnya, dikali lebar 12 kaki dan tinggi 10 kaki. Dengan bobot batu masing-masing lebih dari 200 ton beratnya, sebuah monumen dibangun dengan ratusan blok batu, ini benar-benar perubahan pikiran yang sebenarnya. Coba bayangkan bagaimana bangunan ini bisa dibangun sedemikian rupa, terutama ketika Anda melihat akurasi dari setiap batu itu dan presisi matematisnya.

Mungkin hanya teori ini yang kredibel terkait keberadaan berbagai struktur raksasa di bumi. (Internet)
Manusia raksasa (patung) The Cardiff Raksasa. (Internet)

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Hal yang dikemukakan Michael Tellinger tersebut di atas adalah titik awal yang baik. Bahkan, Tellinger punya sebuah program baru yang disebut “Hidden Origins.” Topik yang dibahas berkisar tentang asal usul manusia dan keberadaan manusia raksasa, hingga teknologi kuno yang canggih dan hakekat realitasnya.

Mungkin hanya teori ini yang kredibel terkait keberadaan berbagai struktur raksasa di bumi. (Internet)
Mungkin hanya teori ini yang kredibel terkait keberadaan berbagai struktur raksasa di bumi. (Internet)

Dalam sebuah program TV berikut ini ada sepotong klip yang bertemakan tentang manusia raksasa, jika Anda sedang mencari topik terkait untuk lebih memperluas wawasan dan pengetahuan Anda. Anda bisa saksikan cerita lengkapnya di “Hidden Origins” episode pertama. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular