Mulai 1 Juli 2017 CRA (Canada Revenue Agency) atau Badan Pendapatan Kanada akan memberikan data kekayaan warga asal Tiongkok bukan pemegang paspor Kanada, di Kanada kepada pemerintah Tiongkok.

Warga yang dimaksud termasuk para mahasiswa, wisatawan, pewawancara, imigran pemegang kartu maple yang membeli rumah di Kanada. Data kekayaan yang akan dilaporkan meliputi jumlah investasi mereka di saham, rekening Bank berikut saldonya dan rincian kekayaan mereka.

Ini berarti, “Tahun depan, jangan lagi Anda katakan sudah membeli rumah di Kanada. Jika Anda bukan Warga Negara Kanada, sekecil apapun saldo Bank (di Kanada) Anda akan diinformasikan oleh Badan Pendapatan Kanada kepada pemerintah Tiongkok”.

Informaasi yang berada dalam CRS tersebut dapat secara otomatis diakses di antara negara anggota (103 negara) dengan tujuan utamanya adalah untuk menghindari penggelapan pajak. (internet)
Informaasi yang berada dalam CRS tersebut dapat secara otomatis diakses di antara negara anggota (103 negara) dengan tujuan utamanya adalah untuk menghindari penggelapan pajak. (internet)

Hal itu dilakukan, bukan pemerintah Federal Kanada ingin mempersulit warga asal Tiongkok yang berada di Kanada, tetapi itu karena adanya ‘Common Reporting Standard’ (CRS). Sebuah data base yang disepakati oleh sejumlah negara yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), yakni sebuah organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi. Informasi yang berada dalam data base tersebut dapat secara otomatis diakses di antara negara anggota dengan tujuan utamanya adalah untuk menghindari penggelapan pajak.

Seperti berita yang dirilis situs OECD bahwa pemerintah Kanada baru pada Mei tahun ini mau menyetujui dan menandatangani kesepakatan CRS. Kanada adalah salah satu negara yang melindungi kerahasiaan pribadi. Negara yang juga sudah menandatangani CRS itu ialah Islandia, India, Israel, New Zealand dan Tiongkok.

Inggris juga menyusul, mulai 1 September tahun depan data kekayaan warga asal Tiongkok di Inggris seperti properti, tabungan, deposito, saham dan seterusnya juga akan diinformasikan kepada pemerintah Tiongkok.

Sedangkan Australia yang juga menjadi negara tujuan untuk transfer kekayaan warga asal Tiongkok, meski pun saat ini belum mengeluarkan sinyal apapun terhadap CRS, tetapi kelihatannya  mereka juga tidak mungkin tidak ikut.

Begitu kesepakatan itu mulai direalisasikan, maka ada 3 golongan orang di bawah ini yang paling menghadapi ancaman.

Pertama, Para orangtua dari mahasiswa asal Tiongkok. Mereka mungkin saja sudah membuka rekening Bank luar negeri dan ‘menanamkan’ sejumlah dana besar dalam rekening, membeli rumah, kendaraan mewah untuk keperluan studi putra-putri. Celakanya, mereka tidak bisa menjelaskan asal usul kekayaan itu dan menunjukkan bukti pelunasan pajaknya.

Kedua, sebagian warga asal Tiongkok yang bermigrasi demi menggelapkan pajak. Mereka sengaja untuk mengalihkan sebagian kekayaan kepada kerabat bukan wajib pajak mereka di Tiongkok untuk mengurangi atau menghindari pembayaran pajak.

Ketiga, warga asal Tiongkok yang memanfaatkan status turis mereka untuk membuka rekening di Bank atau lembaga keuangan luar negeri untuk mengalihkan kekayaan mereka dari Tiongkok ke luar negeri. (Secretchina/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular