JAKARTA –  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan virus zika terus merebak di wilayah ASEAN, terutama Singapura. Oleh karena itu, sebagai bentuk perlindungan melindungi warga negaranya, banyak negara yang sudah mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya bepergian ke Singapura.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh YLKI, tercatat saat ini sudah 6 negara di dunia yang mengeluarkan travel warning ke Singapura, yakni: Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan pemerintah RI hingga saat ini baru mengeluarkan advisory travel  untuk tidak bepergian ke Singapura. Sementara tingkat risiko warga negara Indonesia tertular virus zika di Singapura sangat tinggi. Bahkan setiap tahun terdapat minimal 2,5 juta orang Indonesia yang berkunjung ke Singapura atau 6.844 orang per harinya.

Menurut Tulus, tak hanya tingginya kunjungan WNI ke Singapura, warga Singapura yang datang ke RI juga harus dideteksi secara intensit, baik di bandara, atau di pelabuhan seperti di Batam, Kepulauan Riau.

Atas dasar pertimbangan padatnya kunjungan WNI ke Singapura serta banyaknya WN Asing yang masuk dari Singapura ke wilayah Indonesia, YLKI menilai sudah semestinya pemerintah mengeluarkan travel warning kepada masyarakat Indonesia untuk tidak berpergian ke Singapura.

“Sebagai perlindungan terhadap warga negara dan konsumen Indonesia, dan merebaknya virus zika di Indonesia, YLKI mendesak pemerintah mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia, untuk tidak bepergian ke Singapura, sampai virus zika di Singapura mereda. Mumpung virus zika belum menjadi wabah baru di Indonesia,” kata Tulus Abadi dalam siaran persnya, Rabu (14/9/2016).

Namun demikian, kenapa hingga kini pemerintah tak mengeluarkan Travel Warning untuk berpergian ke Singapura? YLKI menduga pemerintah RI ciut nyali dengan Singapura. Padahal, lanjut Tulus, potensi risikonya sangat tinggi karena warga Indonesia adalah pengunjung tertinggi di dunia ke Singapura.

Tulus menegaskan pemerintah harus pro aktif melindungi warganya dari potensi besar tertularnya virus zika dari Singapura, dan negara ASEAN lainnya. Menurut Tulus, pemerintah diminta untuk tidak mengorbankan kesehatan warga negara Indonesia hanya karena mempertimbangkan kepentingan ekonomi jangka pendek dengan Singapura.

“Kerugian sosial ekonomi RI akan lebih besar jika virus zika menjadi wabah baru di Indonesia, hanya karena pemerintah lamban mengantisipasinya,” pungkasnya. (asr)

Share

Video Popular