- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Li Keqiang Minta Para Pejabat Lebih Tanggap dalam Menangani Peristiwa Hangat

Dalam sebuah pertemuan eksekutif Dewan Negara, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menyampaikan pesan yang mengharapkan para pejabat dan instansi yang terkait dengan peristiwa yang menjadi berita hangat bisa bertindak lebih aktif serta memberikan tanggapan yang tepat.

Tidak seperti peristiwa ledakan yang terjadi di Tianjin pada Agustus tahun lalu, di mana para pejabat lokal pada waktu itu telah menunjukkan ketidaksigapan mereka dalam menangani masalah, sehingga memicu kritikan dari banyak pihak.

Menurut jaringan berita pemerintah Tiongkok pada 14 September bahwa Li Keqiang dalam pertemuan eksekutif Dewan Negara mengatakan, pejabat pemerintah di semua tingkatan perlu bisa mengakses berita internet melalui fasilitas ponsel mereka untuk meningkatkan kemampuan dalam memproses informasi pemerintah, berempati terhadap warga masyarakat serta meningkatkan  kemampuan untuk menangkap dan menanggapi opini publik.

“Sekarang banyak situs web pemerintah, tetapi dalam mengupdate informasi masih kurang cepat, orang yang menerima (mau mendengar) informasi (keluhan) masyarakat masih jauh dari cukup. Cara kerja seperti ini harus secepatnya diubah,” kata Li Keqiang.

Menurutnya akhir-akhir ini banyak muncul peristiwa hangat di berbagai tempat. Banyak juga komentar online yang muncul sehingga lembaga dan pejabat yang terkait harus lebih tanggap dan bersikap tanggung jawab.

“Dalam konteks ini, kita bukannya tidak memiliki pengalaman. Bilamana instansi terkait tidak mampu memberikan tanggapan pada saat pertama begitu peristiwa ekstrem tiba-tiba terjadi, maka kredibilitas pemerintah akan jatuh, perkataan apapun yang disusulkan kemudian sudah kurang berarti,” kata Li Keqiang.

Semenjak Li Keqiang memimpin Dewan Negara Tiongkok, ia sudah sering mengkritik pejabatnya karena tidak bertindak atau melakukan tindakan tetapi tidak berani bertanggung jawab. Untuk itu Li mengingatkan perlunya untuk meminta pertanggungjawaban dari mereka.

Pada 12 Agustus tahun lalu, di kota Tianjing terjadi ledakan hebat yang menggemparkan dunia. Lambatnya Pemda Tianjin dalam menanggapi peristiwa ekstrem saat itu mencengangkan masyarakat internasional.

Dalam konferensi pers pertamanya, wakil walikota yang bertanggung jawab terhadap keamanan tidak muncul. Pejabat dari Departemen Pengawasan Keselamatan Nasional juga tidak ada yang hadir. Terhadap penyebab kebakaran dan ledakan hebat itu, termasuk berapa besar kerugian materi yang dialami juga tidak seorang pun yang tahu dan memberikan penjelasan dalam konferensi. Tetapi yang terjadi adalah liputan langsung tanya jawab antara wartawan dengan mediator itu tiba-tiba dihentikan di tengah jalan.

Dalam konferensi pers yang keenam, yakni pada 16 Agustus, seorang wartawan bertanya kepada juru bicara kira-kira siapa yang bertanggung jawab terhadap upaya keselamatan dan bantuan darurat dalam peristiwa Tianjin.

Pejabat yang menanggapi saat itu mengatakan, “Kami akan segera memahami situasi tersebut.”

Dengan kata lain, siapa yang mengkordinasi tidak ada yang mengetahui.

Hari kedelapan setelah peristiwa itu, yakni 19 Agustus, Walikota Tianjin Huang Xingguo baru muncul di konferensi pers dan mengaku dirinya tidak bisa mengelak tanggung jawab atas ledakan dan kebakaran hebat di pelabuhan Tianjin.

Laporan investigasi atas kedakan dan kebakaran di pelabuhan Tianjing telah diumumkan pada 5 Februari tahun ini. Menurut media Hongkong bahwa Li Keqiang dalam komentarnya membubuhkan tulisan, “Memerintahkan kepada Komite Perkotaan dan Pemda Tianjin untuk melakukan introspeksi yang mendalam mengenai peristiwa ini ….”

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada 10 September 2016, Huang Xingguo dipecat. Ia selain dimintai untuk mempertanggungjawabkan peristiwa Tianjin, juga dituduh terlibat dalam beberapa masalah lainnya.

Huang Xingguo yang memang meniti karier, mendapat promosi jabatan melalui jalur karir model Jiang Zemin, ia juga diusung naik berkat bantuan Kelompok Shanghai. Dan memang sudah menjalin hubungan akrab selama 4 – 5 tahun dengan anggota kelompok Jiang Zemin, yaitu Zhang Dejiang, Zhang Gaoli sewaktu masih sama-sama bertugas di Zhejiang dan Tianjin. (Zhuaang Zhengming/sinatra/rmat)