G20 Hangzhou, ketika Presiden AS Barack Obama tiba di Hangzhou, Tiongkok, telah terjadi situasi diluar dugaan serta serangkaian perselisihan. Menjelang KTT, Kedutaan Partai Komunis Tiongkok/PKT di Kyrgyzstan mengalami serangan bunuh diri. Sebelum dan sesudah KTT G20, rezim Korea Utara Kim Jong-un meluncurkan rudal secara berturut-turut, melakukan uji coba nuklir yang ke lima.

Peristiwa-peristiwa kerap terjadi pada saat yang sensitif, banyak sekali hal-hal yang diragukan. Reaksi kubu Xi terhadap insiden-insiden tersebut juga cukup tidak lazim, merefleksikan dibalik peristiwa-peristiwa ini melibatkan serangan balik sekarat dari Group Jiang Zemin, unsur mengacaukan.

Kedutaan PKT di Kyrgyzstan diserang, banyak hal yang diragukan

Menjelang G20, pada 30 Agustus jam 10 pagi waktu setempat, kedutaan PKT yang berada di Kirgistan sebuah negara Asia Tengah yang berbatasan dengan Xinjiang, mengalami serangan bom. Sebuah mobil yang membawa bom menabrak pintu gerbang kedutaan, dan meledakkan mobil dalam area kedutaan. Penyerang langsung tewas ditempat.

31 Agustus, jaringan multi-dimensi yang berkantor pusat di Beijing melaporkan bahwa poin paling besar yang meragukan dalam teror serangan kali ini adalah pembunuh memilih hari libur Kedutaan PKT dalam melancarkan serangan.

Biasanya hari penerimaan Kedutaan PKT di Kyrgyzstan adalah Senin, Rabu, dan Jumat. Biasanya ketika di hari penerimaan tamu, di depan pintu Kedutaan PKT umumnya paling sedikit akan ada 300 hingga 500 orang berbaris untuk mengurus surat mereka. Sedangkan pembunuh tidak memilih pada hari penerimaan tamu maka efek teror akan sangat berkurang secara drastis. Ini  tidak sesuai dengan kelaziman.

Sebagai seorang pembunuh yang merancang dengan cermat bom mobil untuk menyerang, bisa dengan tepat menabrak masuk pintu besar kedutaan serta meledakkan mobil ditengah halaman dekat gedung Kedutaan, tidak mungkin tidak terpikirkan bahwa pada  Selasa (30/8/2016) bukan hari kerja Kedutaan PKT.

Hari itu hampir tidak ada diplomat dan karyawan PKT yang berada di dalam gedung Kedutaan. Lagi pula pada Rabu (31/8/2016) adalah Hari Nasional Kyrgyzstan maka Kyrgyzstan akan menjadikan   Selasa (30/8/2016) sebagai hari libur nasional.

Setelah kejadian itu, pemerintah Kyrgyzstan menetapkan insiden tersebut sebagai serangan teroris bunuh diri. Namun tanggapan pemerintah Beijing mengatakan bahwa peristiwa tersebut sebagai insiden ektrim keras, juga sangat membuat orang untuk berpikir.  Terutama segera akan diselenggarakan KTT G20 Hangzhou, pemerintahan Beijing tidak ingin insiden serangan teroris tersebut lebih heboh daripada acara utama, sehingga mengganggu dan mempengaruhi suasana keseluruhan konferensi.

Artikel tersebut juga menganalisa, sebelum serangan terjadi, Zhang Chunxian sekretaris partai Xinjiang dipecat dan Chen Quanguo mantan sekretaris Tibet baru saja dipindahkan ke Xinjiang. Gerakan kali ini lebih mirip mengeluarkan peringatan dan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Beijing, lebih awal memberikan pelajaran terhadap memerintah Xinjiang.

Artikel itu mengutip laporan media asing yang mengatakan bahwa walaupun sekarang masih belum ada organisasi yang mengklaim bertanggungjawab atas insiden tersebut, namun ada banyak kemungkinan mengarah pada ‘Turkistan Timur’.

6 September, pernyataan yang dikeluarkan oleh departemen keamanan Negara Kyrgyzstan mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri itu bernama Zoil Khalilov, orang Uighur yang memegang paspor Tajikistan, dia adalah seorang anggota “Gerakan Islam Turkistan Timur” (disingkat menjadi ETIM). Pernyataan itu mengatakan bahwa 5 orang warga Kyrgyzstan lain yang terkait dengan insiden serangan kedutaan tersebut juga sudah tertangkap.

Beberapa tahun lalu, insiden “10.28” serangan kekerasan teroris di Jembatan Jinshui Lapangan Tiananmen Beijing 2013, pemerintah juga mengklaim sebagai tindakan “Turkistan Timur”. Insiden “3.1” pembunuhan berdarah penikaman di Stasiun Kereta Api Kunming 2014, pada awalnya juga tersebar sebagai tindakan “Turkistan Timur”, kemudian ditetapkan oleh pemerintah sebagai insiden serangan kekerasan teroris yang direncanakan oleh organisasi teroris Xinjiang.

Dua insiden serangan teroris tersebut terungkap sebagai tindakan kudeta alternatif terhadap Xi Jinping oleh Group Jiang Zemin pada saat situasi politik sensitif, di belakang melibatkan kekuatan Group Jiang Zemin yang dipimpin oleh Zhou Yongkang dan yang lain di Xinjiang.

Xinjiang adalah sarang penting dalam mengacaukan situasi dari Group Jiang Zemin, kerap terjadi insiden berdarah.   30 April 2014, inspeksi Xi Jinping selama 4 hari di Xinjiang baru saja berakhir, terjadi ledakan besar di stasiun kereta api Urumqi.

Sebelumnya menjelang KTT G20, setelah Zhang Chunxian sekretaris partai Xinjiang dipecat, Kedutaan PKT di Kyrgyzstan mengalami serangan bom. Kemudian media pro Beijing mengatakan terdapat banyak hal meragukan dalam insiden, adalah suatu peringatan bagi pemerintahan Beijing.

Tanda-tanda ini semua mengindikasikan bahwa dalam masa penyelenggaraan KTT Hangzhou situasi keamanan dalam negeri luar biasa ketat, tidak ada kesempatan turun tangan. Serangan kedutaan PKT di Kyrgyzstan sangat mungkin adalah satu gerakan terror mengacau yang ditujukan kepada pemerintahan Xi yang dipilih oleh kubu Jiang Zemin untuk dicetuskan diluar.  (Xie Tianqi/lin/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular