Seorang warga Kanada bernama Kevin Garratt yang dituduh melakukan kegiatan mata-mata di Tiongkok dan mencuri rahasia negara, baru-baru ini telah dibebaskan pemerintah Tiongkok dan  tiba di Kanada.

Laporan Canadian Broadcasting Corporation menyebutkan bahwa sebuah pernyataan e-mail dari keluarga Garratt mengatakan, pengadilan Tiongkok pada Selasa (13/9/2016) telah mengeluarkan putusan hukum berupa deportasi segera. Selain itu ia sudah tiba di Kanada dan berkumpul dengan keluarga dan teman-temannya.

“Keluarga Garatt mengucapkan terima kasih atas perhatian, doa dari masyarakat dan berkat upaya dari banyak pihak sehingga memungkinkan Kevin memperoleh kebebasan. Mohon kiranya seluruh masyarakat memeberikan toleransi dan menghormati privasi keluarga selama dalam masa transisi ini, dan kita akan memberikan informasi yang lebih rinci dalam beberapa pekan mendatang,” kata pernyataan itu.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau 1 pekan sebelumnya baru melakukan kunjungan resmi untuk pertama kalinya ke Tiongkok. Dalam konferensi persnya di Beijing pada 31 Agustus ia menyinggung soal penahanan seorang warganya oleh pemerintah Tiongkok yang sudah berlangsung selama 2 tahun. Li Keqiang mengatakan bahwa ia (Li tidak menyebutkan nama Kevin Garratt) selama ini diperlakukan secara manusiawi, dan kasusnya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Tiongkok.

Perdana Menteri Li Keqiang berencana untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Kanada pada pekan depan. Ia akan bertemu lagi dengan Trudeau di Ottawa.

Kevin Garratt dan istrinya Julia sudah tinggal di kota Dandong,Tiongkok sejak 1984. Ia di sana memiliki sebuah usaha kafe yang cukup ramai pengunjung. Di kota Dandong yang terletak tak jauh dari perbatasan Tiongkok dengan Korea Utara, Garrett dan istrinya juga rajin membantu pekerjaan pengembangan agama Kristen. Namun pada awal Agustus 2014, mereka ditahan pihak berwajib dan dituduh melakukan pencurian rahasia militer Tiongkok.

Julia telah dibebaskan dengan jaminan pada Februari 2015, tetapi Kevin tetap ditahan. Namun keduanya dengan tegas menyangkal tuduhan melakukan kegiatan mata-mata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Januari tahun ini mengatakan bahwa pihak berwenang tidak menemukan bukti Kevin terlibat dalam kegiatan mata-mata. Secara tidak langsung telah mengakui bahwa Kevin bukan anggota agen yang diminta untuk mengumpulkan intelijen di Tiongkok demi kepentingan Kanada.

Kevin Garratt ditangkap pihak berwenang Tiongkok pada 2014 setelah pemerintah Kanada menuduh Partai Komunis Tiongkok/PKT melakukan pemantauan terhadap badan-badan federal Kanada yang termasuk Dewan Riset Nasional.

Mantan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dalam kunjungannya ke Tiongkok pada akhir 2014 juga telah mengajukan pertanyaan kepada pemerintah Tiongkok ikhwal kasus penahanan Kevin Garratt. (Lin Nan/sinatra/rmat)

Share

Video Popular