Pemandangan komet yang hancur berkeping-keping di angkasa berhasil diabadikan dengan jelas oleh teleskop luar angkasa Hubble. Puing-puing komet terhempas hingga 4.800 km, dengan panjang hampir seluas timur dan barat Amerika Serikat. Hingga saat ini, sebab hancurnya komet tersebut masih diselidiki dan belum diketahui secara pasti, kata ilmuwan.

Teleskop luar angkasa Hubble mendeteksi komet tersebut terbagi dalam 25 struktur dengan ukuran masing-masing sebesar blok bangunan. Komet itu terpisah satu sama lain dengan kecepatan langkah kaki berjalan orang dewasa. Di sekeliling dari 25 potongan komet ini tampak sehamparan puing-puing yang bertebaran pasca kehancurannya.

Komet yang hancur berkeping-keping itu bernama 332P / Ikeya-Murakami (Komet Ikeya – Murakami) atau “komet 332P”, usianya diperkirakan sekitar 4,5 miliar tahun, berjarak lebih dari 100 juta kilometer dari Bumi.

Tampak kepingan komet yang tak terhitung banyaknya di bagian ekor komet (lingkaran kuning) . [NASA, ESA, D. Jewitt (UCLA)]
Tampak kepingan komet yang tak terhitung banyaknya di bagian ekor komet (lingkaran kuning) . [NASA, ESA, D. Jewitt (UCLA)]
Karena komet 332P tiba-tiba menjadi terang, sehingga ditemukan oleh dua astronom amatir Jepang bernama Kaoru Ikeya dan Shigeki Murakami pada November 2010 lalu.

Dari data pengamatan Hubble yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut pada Januari 2016 lalu, ilmuwan memperkirakan nucleus (inti komet) mulai retak ketika komet itu berada di orbit Mars antara bulan Oktober –Desember 2015 lalu.

“Kami tahu fenomena hancurnya komet, tapi kita tidak tahu sebab atau proses tercerai-berainya komet itu. Karena proses kehancurannya sangat cepat, lagipula tidak ada tanda-tanda awal yang bisa diprediksi, sehingga kita tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh data yang bermanfat,” kata David Jewitt, astronom dan peneliti utama dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat.

(Kiri) Komet 332P yang direkam teleskop luar angkasa Hubble dan citra animasi dari kehancuran komet (kanan). [NASA, ESA, D. Jewitt (UCLA)].
(Kiri) Komet 332P yang direkam teleskop luar angkasa Hubble dan citra animasi dari kehancuran komet (kanan). [NASA, ESA, D. Jewitt (UCLA)].
NASA mengatakan, itu adalah gambar pemandangan terbaik yang pernah terekam selama ini, dan memberikan data penting bagi ilmuwan dalam mempelajari komet lebih lanjut.

“Resolusi terbaik dari teleskop Hubble tidak hanya menunjukkan kecerahannya tapi juga perubahannya setiap hari,” ujar Jewitt menambahkan.

Ilmuwan memperkirakan, komet akan pecah menjadi lebih banyak puing-puing saat melesat di atas orbit matahari, hingga akhirnya lenyap tuntas sepenuhnya. Laporan studi terkait telah dipublikasikan di jurnal “Astrophysical Journal Letters”pada 15 September 2016.  Epochtimes/Lin Yan/joni/rmat)

Share

Video Popular