Parlemen Prancis bulan lalu meloloskan sebuah rancangan undang-undang/ RUU yang melarang warga menggunakan peralatan makan atau minum sekali pakai yang berbahan plastik. Peraturan tersebut rencananya akan diterapkan mulai 1 Januari 2020 mendatang. Dengan demikian nantinya peralatan makan dan minum yang berbahan plastik akan punah dari Prancis.

The Huffington Post pada 19 September 2016 melaporkan bahwa setelah undang-undang mulai diberlakukan nanti, Prancis akan menjadi negara pertama di dunia yang melarang warganya menggunakan peralaman makan dan minum yang berbahan plastik. Jadi produsen nantinya hanya bisa memproduksi peralatan makan dan minum berbahan yang dapat  terbiodegradasi atau yang mengandung komponen bahan biologis.

Prancis saat ini membuang lebih dari 4.7 miliar buah cangkir plastik setiap tahunnya, dan hanya 1 % di antaranya yang dapat didaur ulang.

Aktivis lingkungan hidup dan organisasi lainnya menyambut gembira langkah baru Prancis tersebut. Meskipun ada beberapa orang yang melayangkan kritikan. Setidaknya satu wakil dari pelobi industri kemasan mengancam akan meengambil tindakan hukum untuk menggugat otoritas Prancis yang melanggar aturan Uni Eropa tentang pergerakan bebas barang dan jasa.

Prancis sebelumnya juga mengeluarkan peraturan yang melarang penggunaan kantong plastik yang mulai diberlakukan pada 1 Juli 2016. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular