Sebuah studi terbaru menyebutkan, bahwa alam semesta kita tidak hanya memiliki tiga dimensi ruang yang dapat dilihat secara kasat mata, tapi ada sembilan dimensi ruang. Dan lubang hitam adalah pintu keluar dari ruang tiga dimensi. Sementara itu, Large Hadron Collider (LHC) mungkin dapat menemukan bukti dari ruang multi-dimensi itu.

Mungkin semua ini terdengar seperti alur cerita dalam fiksi ilmiah, namun, fisikawan partikel menyimpulkan bahwa tiga dimensi ruang yang kita kenal itu bukan bentuk ruang-waktu satu-satunya di alam semesta, demikian dilansir dari Daily Mail.co.uk, Kamis (22/9/2016).

Menurut teori Brane, ruang-waktu multidimensi menyembunyikan alam semesta lainnya. Teori Brane merupakan perluasan dari teori String. Dr. Chris White, fisikawan dari Queen Mary University of London, menjelaskan, “Teori ini mencoba menjelaskan dengan cara yang sederhana tentang partikel yang kita kenal saat ini.”

 Struktur ruang dalam teori superstring. (Wikipedia)

Struktur ruang dalam teori superstring. (Wikipedia)

Teori Brane menggambarkan ruang-waktu memiliki sembilan dimensi, bukan tiga dimensi sebagaimana yang kita lihat sehari-hari, penyatuan dari ke sembilan dimensi ini dengan waktu secara total menjadi sepuluh dimensi.

“The Large Hadron Collider atau mesin pemecah partikel dapat menciptakan lubang hitam mini. Sehingga dengan demikian, para ilmuwan mungkin dapat menemukan petunjuk melalui penciptaan lubang hitam mini ini,” kata Chris White di Queen Mary University of London, Inggris.

Bagian mesin pemecah partikel di pusat riset nuklir Eropa.(Richard Juilliart/AFP/Getty Images)
Bagian mesin pemecah partikel di pusat riset nuklir Eropa.(Richard Juilliart/AFP/Getty Images)

Namun, tidak mudah untuk menemukan ruang dimensi lain, demikian juga dengan pintu lubang hitam yang tidak bisa dibuka sesukanya. Dr. White mengatakan, “Lubang hitam yang dihasilkan dari pemecah partikel-partikel ini akan melemah dengan cepat dan sirna, tetapi akan meninggalkan seberkas energi radiasi pada mesin detector.”

Dr White menyimpulkan, jika memang tidak menemukan ruang dimensi lain dari percobaan LHC, hal ini tak lepas dari terbatasnya teknik pendeteksian, tapi tidak mengesampingkan kemungkinan adanya ruang dimensi lain.

Laporan terkait menyebutkan, munculnya teori M-brane ini karena ilmuwan menemukan kontradiksi fundamental dalam teori fisika umum. Misalnya dalam teori empat gaya fundamental (elektromagnetik, gravitasi, nuklir lemah, nuklir kuat), sifat dari “gaya gravitasi” tampaknya tidak cocok, karena gaya gravitasi ini jauh lebih kecil dari gaya fundamental lainnya, karena itu banyak fenomena fisik tidak dapat dijelaskan.

Sementara teori M-brane mampu menghindari kelemahan-kelemahan ini, dan dapat menjelaskan sejumlah besar fenomena fisik secara rasional.

Namun, karena teori M-brane dan teori string mengusulkan perihal ruang-waktu tiga dimensi, sehingga ada beberapa fisikawan yang tidak menerima pandangan-pandangan yang berbeda dari pengetahuan dasar ini. Sementara itu, fisikawan dari Royal Society of London Carlo Rovelli mengatakan, “Untuk saat ini, saya tidak melihat adanya argumen meyakinkan yang bisa membuat saya membayangkan adanya dimensi lain dari ruang-waktu.”  (Epochtimes/ Lin Yan/joni/rmat)

 

Share

Video Popular