Jika Anda ingin meningkatkan suasana hati, mengurangi depresi , mengurangi nafsu dan kecanduan terhadap makanan tertentu, maka salah satu cara terbaik untuk memperoleh manfaat ini adalah dengan memperbaiki pola makan Anda.

Makanan yang Anda makan memberi dampak yang nyata terhadap suasana hati Anda. Diperkirakan 97% wanita dan 68% pria berjuang melawan nafsu makannya, terutama makanan yang mengandung kadar gula, lemak, atau karbohidrat yang tinggi.

Nafsu makan ini biasanya merupakan reaksi terhadap stres, kecemasan, atau depresi dan umumnya hanya sedikit nafsu makan terhadap makanan tertentu yang diakibatkan oleh rasa lapar yang sesungguhnya. Kabar baiknya adalah bahwa Anda sebenarnya lebih baik mengendalikan suasana hati, nafsu makan, dan merasa lebih bahagia dengan cara makan makanan tertentu.

Bagaimana untuk memerangi depresi dan kecemasan:

Neurotransmiter dipengaruhi oleh makanan

Salah satu faktor penting untuk meningkatkan suasana hati melalui makanan adalah makan makanan yang mendukung neurotransmiter. Neurotransmiter adalah “pembawa pesan” di dalam otak dan mengendalikan suasana hati, tingkat energi, nafsu makan, dan beberapa fungsi lainnya di dalam tubuh. Neurotransmiter secara nyata dipengaruhi oleh apa yang kita makan atau tidak makan.

Misalnya, asam amino histidin adalah penghalang neurotransmitter histamin yang mengendalikan nafsu makan dan bagaimana tubuh membakar kalori. Jumlah histidin yang tidak mencukupi menyebabkan tubuh tidak tahu kapan kenyang dan kapan harus berhenti makan. Makanan yang secara alami dapat meningkatkan kadar histidin adalah kale, collard hijau, bayam, pisang, dan ikan yang ditangkap secara liar dan daging organik.

Karbohidrat, lemak, dan serotonin

Apakah ketika merasa sedih Anda cenderung makan kue dan bukannya makan dada ayam tanpa lemak atau seledri? Mengapa kombinasi lemak dan gula tampaknya memberi dampak emosi negatif? Telah terbukti secara ilmiah bahwa makanan yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi akan memicu pelepasan serotonin, suatu opioid alami, yang bertindak mirip dengan obat opium di otak.

Oleh karena itu, mengonsumsi makanan yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi sebenarnya melepaskan zat kimia yang meningkatkan suasana hati. Orang yang tidak mampu mengendalikan nafsu terhadap karbohidrat sebenarnya telah terbukti memiliki kadar serotonin yang rendah. Masalahnya adalah, makan makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi dalam jangka waktu yang lama menyebabkan bertambahnya berat badan, tumbuhnya jamur candida, dan memiliki energi yang rendah, yang semuanya ini dapat menyebabkan gejala depresi.

Jadi bagaimana Anda meningkatkan serotonin tanpa makan gula dan lemak yang tidak sehat? Ada 2 hal penting untuk meningkatkan suasana hati dan mengalahkan nafsu makan, yaitu makan makanan yang mengandung vitamin B12 dan asam eikosapentaenoat (yaitu asam lemak omega-3 rantai panjang).

Vitamin B12 dan B-Complex

Vitamin B12 sangat penting untuk mendukung sistem saraf, untuk energi, dan sebagai hormon “suasana hati yang baik.” Jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak vitamin B12 maka makanlah produk susu segar seperti keju, amasai, kefir susu kambing, salmon liar, telur, daging sapi yang berasal dari sapi yang diberi makan rumput, unggas organik, atau jika anda seorang vegetarian maka pastikan anda minum suplemen B12.

Untuk meningkatkan asupan vitamin B lainnya seperti asam folat, maka makanlah bayam, biji bunga matahari, dan bumbu kering. Vitamin B juga membantu menghasilkan serotonin tanpa keracunan gula dan kalori yang berlebihan. Kalkun, yang mengandung kadar triptofan yang tinggi, juga dapat digunakan untuk memproduksi serotonin. Makanan lain yang mengandung kadar triptofan yang tinggi adalah nanas dan telur.

Lemak omega-3

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan pada tahun 2004 mengenai semua penelitian yang meneliti hubungan omega-3 dengan depresi menunjukkan bahwa asupan lemak omega-3 yang rendah berkaitan dengan perasaan depresi yang lebih berat. Sebuah penelitian Archives of General Psychiatry menunjukkan bahwa pemberian suplemen yang mengandung asam eikosapentaenoat, suatu lemak omega-3 rantai panjang, akan mengurangi gejala depresi sebesar 50%. Hal ini tidaklah mengherankan karena sebagian besar otak dan sistem saraf terdiri dari lemak, 20% di antaranya adalah omega-3. Omega-3 bekerja untuk mengurangi peradangan secara keseluruhan, yang akan meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan. Makan paling sedikit 2 porsi ikan yang ditangkap secara liar setiap minggu dan minum suplemen omega-3 setiap hari sangat berkhasiat untuk meningkatkan suasana hati.

Hal penting:

• Makanan secara bermakna mempengaruhi suasana hati melalui kerja neurotransmitter di dalam otak.

• Meskipun gabungan gula dan lemak dapat meningkatkan kadar serotonin, yaitu neurotransmitter yang berfungsi meningkatkan suasana hati, makanan sehat lainnya seperti bayam, salmon dan kalkun memberi manfaat yang sama.

• Asupan lemak omega-3 yang mencukupi sangat penting untuk meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi.

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular