YOGYAKARTA – KAPSUL WAKTU FCTC, simbol komitmen 20 Pembaharu Muda dari 17 kota di Indonesia untuk melakukan aksi mendukung Indonesia aksesi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) – traktat internasional untuk pengendalian global epidemi tembakau- tiba di kota Yogyakarta pada 16 September 2016.

Penyerahan ini diserahterimakan dari Widya Nindy Nastiti, Pembaharu Muda kota Jember, kepada Wira Setya Darma, Pembaharu Muda Yogjakarta, dan aktivis komunitas 9cm Yogyakarta.

Pegiat Pembaharu Muda Yogyakarta, Wira Setya menuturkan pemerintah akan berkomitmen membuat aturan-aturan yang lebih ketat untuk menyelamatkan anak Indonesia dari dampak rokok jika pemerintah mengaksesi FCTC.

Menurut Wira, langkah kongret itu adalah aturan membatasi akses rokok sehingga rokok tidak dijual di semua tempat dan tidak dijual kepada anak. Pengaturan lainnya adalah larangan iklan dan promosi rokok secara total supaya anak-anak terlindungi dari paparan iklan rokok yang bersifat membujuk mereka untuk mencoba merokok.

Wira menjelaskan, saat ini regulasi terkait iklan dan promosi rokok masih sangat longgar, menjadikan anak Indonesia terpapar iklan dan promosi rokok hampir setiap saat dan di mana saja. “Iklan dan promosi rokok ada di televisi, media cetak, area publik, bahkan di lingkungan dekat sekolah yang menjadi tempat anak-anak belajar dan berkumpul,” ujarnya.

Masih maraknya iklan dan promosi rokok, khususnya di kota Yogyakarta, menjadi concern Wira dan komunitas 9cm Yogyakarta. Oleh karena itu, dibutuhkan pengaturan larangan iklan dan promosi rokok secara total, karena tidak hanya bertujuan melindungi anak dan remaja dari paparan iklan rokok yang massif, tapi juga sangat membantu mewujudkan kota Yogyakarta menjadi Kota Layak Anak.

Kota Yogyakarta menjadi kota ke-13 yang dilewati Kapsul Waktu FCTC, setelah Bogor, Pandeglang, Jambi, Mentawai, Sawahlunto, Padang, Medan, Makassar, Mataram, Tabanan Bali, Samarinda, dan Jember. Di setiap kota yang didatangi Kapsul waktu FCTC, para Pembaharu Muda di kota tersebut, yang merupakan alumnus pelatihan Pembaharu Muda awal Februari lalu, melakukan aksi mendorong komunitas dan masyarakatnya untuk mendukung Presiden Jokowi mengaksesi FCTC.

Setelah Yogyakarta, ekspedisi Kapsul Waktu FCTC akan berlanjut ke Klaten. Ruri Putri Kriswanto, Pembaharu Muda Klaten menegaskan  pentingnya FCTC untuk menyelamatkan bonus demografi bagi seluruh generasi muda di Klaten. (asr)

 

Share

Video Popular