Awan heksagonal menciptakan bom-bom udara mematikan dengan kecepatan angin 170mph (274 km per jam) kemungkinan berada di balik misteri Segitiga Bermuda. Para ilmuwan telah mengklaim ledakan-ledakan badai tersebut dapat membalikkan kapal ke laut dan menyeret pesawat runtuh ke laut.

Gumpalan awan persegi seluas 500.000 km yang membingungkan di Samudera Atlantik Utara telah disalahkan atas hilangnya setidaknya 75 pesawat dan ratusan kapal, tetapi awan berbentuk aneh tersebut mungkin memegang rahasia atas jejak-jejak yang telah hilang.

Angin-angin yang tercipta oleh bom-bom udara tersebut begitu kuat, mereka menghasilkan angin sekitar 14 meter tingginya. Seorang meteorolog, Randy Cerveny, mengatakan kepada Mirror, “Jenis bentuk heksagonal ini di atas lautan tersebut berada di dalam inti bom udara.

penyebab hilangnya kapal di segitiga bermuda
Para peneliti mencatat bahwa awan besar yang muncul di atas ujung barat kepulauan tersebut, mulai dari 20 – 55 mil (32 – 88 km) lintasannya.

“Mereka dibentuk oleh apa yang disebut microbursts dan mereka adalah ledakan-ledakan dari udara yang turun dari bagian bawah awan dan kemudian memukul permukaan laut lalu membuat gelombang yang kadang-kadang bisa dalam ukuran besar karena mereka mulai berinteraksi satu sama lain,” lanjutnya.

Para peneliti menambahkan awan besar yang muncul di atas ujung barat Pulau Bermuda, mulai dari 20 – 55 mil lintasannya, dan Dr Steve Miller, seorang meteorolog satelit di Colorado State University mengatakan di “What on Earth” pada Sains Channel mengatakan, “Anda secara khusus tidak melihat tepi lurus awan-awan tersebut. Sebagian besar waktu tersebut, awan teracak dalam persebarannya.”

Mirror (21/10) melaporkan bahwa para ilmuwan percaya fenomena cuaca ini berada di balik misteri Segitiga Bermuda. Setidaknya 1.000 jiwa telah hilang di Segitiga Bermuda dalam 100 tahun terakhir. Rata-rata, empat pesawat dan 20 kapal hilang setiap tahun. (ran)

Share

Video Popular